Kasus yang menimpa Meila Nurpadilah (23), warga Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, bermula saat ia keluar rumah hanya untuk membeli minuman. Namun, perjalanan singkat itu berubah menjadi peristiwa yang membuat keluarga panik setelah Meila dibawa mantan pacarnya bernama Reza (23) hingga ke Baturaja, Sumatera Selatan.
Sepekan hilang, Meila akhirnya dipulangkan oleh mantan pacarnya ke rumah. Keluarga Meila meminta proses hukum kasus ini tetap berlanjut.
Berikut kronologinya:Minggu, 12 Juli 2026: Keluar Rumah untuk Membeli MinumanSekitar pukul 10.30 WIB
Meila berada di rumahnya di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Ia kemudian meminta uang Rp 10 ribu kepada ibunya untuk membeli minuman.
"Minta uang Rp10.000 ke si Mamah, katanya mau beli es. Terus diantar sama adik aku yang paling kecil," kata adik Meila, Silma, Senin (20/7).
Pukul 11.00 WIB
Meila bersama adiknya berjalan menuju sebuah tempat makan yang tidak jauh dari rumah. Di lokasi itu, Meila memesan kentang goreng dan minuman.
Pelayan tempat makan, Anggita, mengatakan seorang pria yang belakangan diketahui merupakan mantan pacar Meila telah lebih dulu datang.
"Jam sebelas siang datang, terus dia mesan makanan, kentang sama minuman. Udah sempat dianterin. Duluan laki-laki datang ke sini, terus si ceweknya sama adiknya," ujar Anggita saat ditemui, Selasa (21/7).
Tak lama kemudian, pria tersebut menghampiri Meila. Menurut kesaksian Anggita, keduanya menuju gerbang tempat makan dan sempat bertengkar.
"Dia maksa naik ke motor. Sambil dipaksa, matanya ditutup," katanya.
Sementara itu, berdasarkan cerita Silma, adik Meila, Meila sempat diancam agar tidak berteriak.
"Kalau kamu teriak, mau dibunuh," ujar Silma adik pertama Meila.
Adik Meila yang paling kecil, yang ikut ke kedai, sempat dibawa oleh Reza kemudian dipulangkan menggunakan ojek online, sedangkan Meila dibawa pergi menggunakan sepeda motor.
Pukul 16.00 WIB
Adik Meila tiba di rumah seorang diri menggunakan ojek online. Ia menceritakan bahwa Meila dibawa oleh mantan pacarnya.
Sebelum berpisah, Meila sempat menitipkan pesan melalui adiknya.
"Kalau Teteh enggak ketemu, lapor polisi aja," kata Silma.
Keluarga berusaha mencari Meila namun tak membuahkan hasil.
Senin, 13 Juli 2026Keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cililin pada Senin (13/7) siang.
Selasa, 14 Juli 2026Polsek Cililin melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Sumatera Selatan.
Keluarga juga menyebarkan informasi kehilangan Meila melalui media sosial dan meminta bantuan masyarakat.
Sepekan, Dibawa ke Batu RajaMeila mengatakan dirinya dibawa ke Baturaja, Sumatera Selatan, menggunakan bus melalui jalur darat dan menyeberang Merak-Bakauheni.
"Naik bus," kata Meila.
Sesampainya di rumah keluarga mantan pacarnya, Meila mengaku diperlakukan dengan baik oleh keluarga pria tersebut.
"Baik sebenarnya perilakunya," ujarnya.
Menurut Meila, sebenarnya ia sempat akan dipulangkan pada hari pertama.
"Kan aku tadinya mau langsung dibalikin sore," katanya.
Namun, rencana tersebut batal setelah kabar dirinya hilang menjadi perhatian masyarakat.
"Nah, karena di situ rame, dia ketakutan," ujar Meila.
Ia juga mengaku mantan pacarnya terus memintanya tetap tinggal.
"Dia enggak mau jauh dari saya. Dia bilang, 'Udah jadi milik saya aja,'" tutur Meila.
Selasa, 21 Juli 2026: Dipulangkan ke BandungKanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi, mengatakan kepolisian terus berkomunikasi dengan Polsek Baturaja Timur dan perangkat RT setempat hingga akhirnya korban dipulangkan.
"Selama ini kita berupaya berkomunikasi dengan polsek setempat maupun RT setempat. Sampai akhirnya diimbau untuk dipulangkan," kata Fakhmi.
Menurutnya, kepulangan Meila sempat tertunda karena kendala biaya perjalanan.
"Betul niat untuk dipulangkan, namun terkendala karena ongkos. Setelah ada ongkos, kemudian dikonfirmasi," ujarnya.
Meila kemudian berangkat dari Bekasi menuju Bandung bersama mantan pacarnya dan ibu pria tersebut.
Setibanya di Terminal Leuwipanjang, mantan pacarnya bersama sang ibu turun lebih dahulu. Meila melanjutkan perjalanan hingga terminal dan dijemput oleh pamannya.
Adik Meila, Silma, memastikan Meila telah kembali ke rumah sekitar pukul 14.30 WIB.
"Alhamdulillah kakak saya sudah pulang," kata Silma, Selasa (22/7).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian.
"Terima kasih untuk pihak-pihak yang sudah membantu keluarga kami dalam menemukan. Terima kasih juga untuk para pihak yang sudah membantu dalam proses pencarian," ujarnya.
Meski Meila telah kembali dengan selamat, keluarga berharap proses hukum tetap berjalan.
"Kalau memang bisa ditangkap, ditangkap aja. Supaya menghindari kejadian terjadi lagi seperti itu," pungkas Silma.





