Tragedi Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan : Korban Terakhir Dievakuasi dari Reruntuhan, Operasi SAR Selesai

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan berhasil menemukan korban terakhir yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 18.20 WIB, sehingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan Operasi SAR resmi dinyatakan selesai serta ditutup.

Peristiwa terjadi pada Senin (20/7) ketika sebuah bangunan runtuh akibat dugaan ledakan gas rumah tangga yang menyebabkan tujuh orang menjadi korban. Setelah menerima laporan kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan Tim Rescue beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

BACA JUGA : Harapan di Balik Reruntuhan: Tim SAR Basarnas Medan Intensifkan Pencarian Korban Ledakan Rumah Grand Polonia

Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan mengoptimalkan penggunaan drone thermal, peralatan ekstrikasi, serta dukungan alat berat berupa crane, ekskavator, mobil tangga pemadam kebakaran, dan alat pemotong besi untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga masih terdapat korban.

Setelah pencarian intensif sepanjang hari, korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

BACA JUGA : Ledakan Rumah di Kompleks Medan Polonia: Tim SAR Temukan Satu Korban Tak Bernyawa, Satu Lagi Masih Dicari

Berdasarkan data akhir, dari tujuh orang korban, empat orang berhasil selamat dan tiga orang ditemukan meninggal dunia. Korban selamat terdiri atas Jeavelin (2), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir atas nama Yuda. Sedangkan korban meninggal dunia yaitu Jesika (33), Ros dan Sinta.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan selaku Search Mission Coordinator (SMC), Hery Marantika, atas persetujuan Search Coordinator (SC) mengatakan bahwa keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.

 “Alhamdulillah, pada pukul 18.20 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR terhadap peristiwa runtuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Medan Polonia resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja secara profesional, solid, dan tetap mengedepankan keselamatan personel selama operasi berlangsung,” ujar Hery Marantika dalam siaran persnya. 

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama Brimob Polda Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumatera Utara, TNI, Polri, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta unsur SAR gabungan lainnya.

Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Striker Naturalisasi Baru Timnas Indonesia Unjuk Gigi, Mitchell Baker Cetak Gol Saat Lawan Bali United
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Outlook Stable Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Jaga Optimisme dengan Reformasi Berkelanjutan
• 12 jam lalucumicumi.com
thumb
Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan pada anak 
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
5 Artis Indonesia yang Pernah Alami Penyakit Jantung, Ada Meriam Bellina hingga Rano Karno
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Cantiknya Stadion Pakansari Jelang Jadi Kandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Lapangan Mulus, Rumput Menghijau, Kursi Bernomor
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.