Jakarta (ANTARA) - Seratus warga mengikuti kegiatan hapus tato gratis yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI Jakarta dengan Pemkot Jakarta Utara di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu.
“Dalam kegiatan penghapusan tato gratis ini, para peserta didominasi mulai dari usia remaja hingga lansia. Kebanyakan peserta beralasan agar bisa dapat melamar pekerjaan,” kata Koordinator Hapus Tato Jakarta Utara Muhamad Asep Wahyudi di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan para peserta yang ikut melakukan penghapusan tato merupakan peserta tetap. "Jadi yang ikut ini kebanyakan sudah lebih dari satu kali bahkan ada yang dua sampai sepuluh kali," katanya.
Menurut dia, dalam melakukan penghapusan tato tidak bisa diselesaikan hanya dalam sekali pertemuan saja. “Untuk tato yang bisa di hapus itu adalah seukuran dua kali KTP, jadi ini tidak selesai hanya dalam sekali tindakan, harus bertahap," kata Asep.
Dalam kegiatan ini, pihaknya menyiapkan tiga unit alat penghapus tato. Sebelum dilakukan hapus tato, tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan,
Untuk menggelar kegiatan hapus tato gratis ini dapat memakan biaya mencapai Rp20 juta dan ini semua berasal dari dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola Baznas.
“Kami berharap peserta tidak menambah tato lagi dan benar-benar bisa bebas dari tato. Kami juga sudah melakukan sosialisasi di seluruh wilayah untuk program ini dan alhamdulillah animo peserta cukup tinggi," kata dia.
Baca juga: Baznas DKI gunakan laser modern dalam program hapus tato gratis
Baca juga: Baznas DKI terapkan skrining ketat pada program hapus tato gratis
Baca juga: Peserta hapus tato diimbau jaga area bekas laser, tak boleh kena air
Warga Jakarta Utara mengikuti program Hapus Tato Gratis yang digelar Baznas Bazis DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Rabu (2/7/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution
“Dalam kegiatan penghapusan tato gratis ini, para peserta didominasi mulai dari usia remaja hingga lansia. Kebanyakan peserta beralasan agar bisa dapat melamar pekerjaan,” kata Koordinator Hapus Tato Jakarta Utara Muhamad Asep Wahyudi di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan para peserta yang ikut melakukan penghapusan tato merupakan peserta tetap. "Jadi yang ikut ini kebanyakan sudah lebih dari satu kali bahkan ada yang dua sampai sepuluh kali," katanya.
Menurut dia, dalam melakukan penghapusan tato tidak bisa diselesaikan hanya dalam sekali pertemuan saja. “Untuk tato yang bisa di hapus itu adalah seukuran dua kali KTP, jadi ini tidak selesai hanya dalam sekali tindakan, harus bertahap," kata Asep.
Dalam kegiatan ini, pihaknya menyiapkan tiga unit alat penghapus tato. Sebelum dilakukan hapus tato, tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan,
Untuk menggelar kegiatan hapus tato gratis ini dapat memakan biaya mencapai Rp20 juta dan ini semua berasal dari dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola Baznas.
“Kami berharap peserta tidak menambah tato lagi dan benar-benar bisa bebas dari tato. Kami juga sudah melakukan sosialisasi di seluruh wilayah untuk program ini dan alhamdulillah animo peserta cukup tinggi," kata dia.
Baca juga: Baznas DKI gunakan laser modern dalam program hapus tato gratis
Baca juga: Baznas DKI terapkan skrining ketat pada program hapus tato gratis
Baca juga: Peserta hapus tato diimbau jaga area bekas laser, tak boleh kena air
Warga Jakarta Utara mengikuti program Hapus Tato Gratis yang digelar Baznas Bazis DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Rabu (2/7/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution





