Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk tetap mempertahankan sistem rekrutmen yang bersih dan transparan. Menurutnya, sistem rekrutmen yang akuntabel akan mendongkrak kinerja organisasi menjadi lebih optimal.
"Rekrutmen yang salah menyumbang 60 persen kegagalan. Rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi," ujar Mendagri saat memberikan arahan pada acara Pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026).
Advertisement
Di hadapan civitas academica IPDN, Mendagri mengingatkan bahwa ia tak segan menindak tegas apabila terdapat praktik suap dalam perekrutan calon praja di IPDN. Ia menilai praktik tersebut hanya akan merugikan organisasi atau lembaga secara keseluruhan.
"Saya tidak mau ada bayar membayar, kalau ada pasti akan saya tindak tegas. Tidak ada bermain seperti itu karena akan merugikan organisasi," ujarnya.




