Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Hal tersebut menyusul undur dirinya sosok dari Nanik Sudaryati Deyang. Di balik proses pergantian pimpinan tersebut, keduanya ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan telah terjalin layaknya keluarga.
Sudaryono mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal eks jurnalis itu sejak lama, jauh sebelum dipercaya memimpin BGN. Hubungan mereka, menurutnya, tidak hanya sebatas rekan kerja dalam pemerintahan maupun sesama kader lingkungan dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG
"Dekat sekali, saya dekat sekali. Budenya anak-anak saya itu Bu Nanik itu," kata Sudaryono, dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa kedekatan tersebut berawal dari kebersamaan mereka di lingkaran terdekat Presiden Prabowo. Seiring waktu, hubungan profesional berkembang menjadi ikatan kekeluargaan.
Pengakuan Sudaryono tersebut juga sejalan dengan pernyataan Nanik. Diketahui, Nanik melalui surat pengunduran dirinya sempat sempat memberi isyarat bahwa penggantinya merupakan sosok yang sangat dekat dengannya.
Ia bahkan menyebut penerusnya sebagai "adik" sehingga dirinya tidak akan ragu memberikan teguran apabila ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Belakangan diketahui sosok yang dimaksud adalah Sudaryono.
Adapun Nanik memutuskan mundur dari jabatannya karena harus menjalani perawatan penyakit jantung di luar negeri. Ia mengaku telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Nanik, presiden memahami kondisi kesehatannya dan akhirnya memberikan persetujuan atas pengunduran diri tersebut. Meski demikian, ia mengaku masih diminta berkontribusi dalam pengawasan lembaga tersebut.
Prabowo diklaimnya berencana membentuk dewan pengawas dan dirinya diproyeksikan untuk memimpin lembaga pengawas tersebut.
Namun, Nanik secara terbuka mengaku tidak lagi ingin terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan program, termasuk anggaran makan bergizi gratis yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Kasus Ijazah Bikin Susah, Bocoran Diskusi Jokowi & Teman Almamater UGM: Beliau Pamit, Mohon Maaf...
"Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," ungkapnya.





