Jelang Hari Kebaya Nasional, percaya diri jadi kunci berkebaya

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Penata busana film "Jalan Pulang" Hagai Pakan mengatakan rasa percaya diri menjadi kunci utama bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan.

Menurut Hagai, seseorang tidak perlu takut bereksperimen memadukan kebaya dengan berbagai item fesyen selama merasa nyaman dengan pilihan busananya.





"Kalau buat 'mix and match' adalah seberani mungkin dan sepede mungkin. Dan senyaman mungkin. Yang penting kita pede dulu. Kalau sudah pede kita pasti lebih berani," kata Hagai saat ditemui setelah konferensi pers film pendek "Jalan Pulang" di Jakarta, Rabu.





Ia mengatakan kebaya dapat dipadukan dengan berbagai jenis pakaian maupun aksesori sesuai karakter dan gaya masing-masing pemakai.





Menurut dia, tidak ada aturan baku dalam memadukan warna, motif, maupun model kebaya selama tetap membuat penggunanya merasa nyaman.





"Warna, motif, mau apa pun itu aku rasa harus berawal dari pede," ujarnya.





Hagai mengatakan tren berkebaya saat ini juga semakin berkembang melalui berbagai kreasi padu padan dengan item fesyen modern, sehingga kebaya dapat dikenakan dalam beragam aktivitas, mulai dari bekerja hingga kegiatan sehari-hari.





Selain penampilan, ia juga mengingatkan pentingnya memilih bahan pakaian yang sesuai dengan lokasi dan aktivitas agar tetap nyaman dikenakan.





Menurut Hagai, penggunaan dalaman berbahan yang mampu menyerap keringat dapat menjadi salah satu solusi ketika mengenakan kebaya berbahan tebal atau digunakan di luar ruangan.





"Yang paling penting adalah memilih jenis bahan sesuai dengan tempat kita mau acara. Memang kita yang perlu lebih pintar menyesuaikan," katanya.





Film pendek "Jalan Pulang" diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli.

Film garapan sutradara Bramsky tersebut akan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya sebagai bagian dari kampanye untuk mengajak masyarakat memandang kebaya sebagai busana yang tetap relevan di masa kini.

Baca juga: Hagai Pakan: Tren kebaya mengarah ke padu padan busana modern

Baca juga: Sheila Dara sebut kebaya sebagai penghubung cerita lintas generasi

Baca juga: Asri Welas: Kebaya bisa mengikuti tren tanpa hilangkan nilai budaya






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis! Anggota Satgas Damai Cartenz Brigpol Fredi Lukas Gugur Ditikam di Yahukimo, Pelaku Masih Diburu
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Jalan Pulang, Film Pendek yang Menghidupkan Kembali Kisah dan Warisan Kebaya
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Blok Masela di Mata Warga Tanimbar: Menanti Berkah dan Janji Kemakmuran
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
FIFA umumkan Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis dominan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mencegah GERD Kambuh
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.