HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 melaksanakan program edukasi bertajuk “Isi Piringku: Pengenalan Makanan Bergizi Melalui Media Food Model” di SDN 1 Lancirang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang pada 21 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini agar terbentuk kebiasaan makan sehat yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 46 siswa kelas IV, V, dan VI tersebut, mahasiswa KKN menggunakan pendekatan interaktif dengan memanfaatkan media food model berupa gambar berbagai jenis makanan. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta menyusun komposisi menu makan berdasarkan kelompok makanan seperti karbohidrat, lauk berprotein, sayur, dan buah sesuai konsep “Isi Piringku” yang dianjurkan Kementerian Kesehatan.
Beberapa siswa awalnya mengalami kesulitan dalam membedakan kategori makanan dan menentukan komposisi menu yang tepat. Hal ini menjadi gambaran bahwa pengetahuan mengenai gizi seimbang masih perlu ditingkatkan di kalangan pelajar.
Mahasiswa KKN kemudian memberikan edukasi mendalam mengenai pembagian porsi makanan, fungsi masing-masing kelompok zat gizi, serta pentingnya mengonsumsi makanan beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan melibatkan siswa dalam sesi tanya jawab sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh kelompok kembali diminta menyusun menu “Isi Piringku” menggunakan media food model. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, di mana seluruh kelompok mampu mengelompokkan jenis makanan dengan benar serta menyusun menu gizi seimbang sesuai materi yang telah diberikan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap agar siswa SDN 1 Lancirang dapat semakin memahami pentingnya memilih makanan bergizi seimbang dan menerapkan kebiasaan makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi sejak usia sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sehat, aktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pemenuhan gizi guna mendukung pertumbuhan serta prestasi belajar. (*)





