Asisten I Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Keputusan ini diambil menyusul polemik konten pamer gaya hidup mewah (flexing) yang diunggah oleh anaknya di media sosial.
Konten tersebut memicu sorotan dan kecaman tajam dari publik. Pasalnya, sang anak memamerkan berbagai barang mewah, perjalanan ke luar negeri, hingga pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar.
Aksi pamer kemewahan tersebut dinilai sangat tidak etis, mengingat masyarakat Kabupaten Gayo Lues saat ini tengah berjuang menghadapi masa sulit akibat dampak bencana banjir bandang yang baru saja melanda wilayah tersebut.
Baca Juga :
Polisi bakal Konfrontasi Satpam dan Pemilik Alphard Cekcok di Kawasan HIMenanggapi kegaduhan yang terjadi, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa perilaku anggota keluarganya telah menimbulkan polemik dan mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Nevirizal memilih untuk meletakkan jabatannya terhitung sejak 23 Juli 2026.
"Melalui surat ini, saya menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang saya emban, terhitung sejak tanggal 23 Juli 2026," ungkap Nevirizal dalam pernyataan resminya, dikutip dari Top News, Metro TV, Jumat 24 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni diambil atas inisiatif pribadi tanpa adanya paksaan.
"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," pungkasnya.




