Kemenpar Hibahkan Lahan 5 Ha untuk Sekolah Rakyat

liputan6.com
13 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata berkolaborasi dalam memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat, tanah seluas 5 hektare pun telah disiapkan untuk dibangun fasilitas pendidikan tersebut.

Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kamis (23/7/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Gus Ipul Salurkan Bantuan Korban Konflik Flores Timur, Imbau Warga Menahan Diri

Kerja sama ini menjadi landasan sinergi kedua kementerian dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penyediaan lahan dan fasilitas pendukung, penguatan kurikulum, hingga pemberian akses beasiswa bagi para lulusan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan komitmen Kementerian Pariwisata, untuk menyediakan lahan seluas lima hektare bagi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kami di Kementerian Pariwisata, di Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini akan memberikan tanah lima hektare, untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama dengan anak-anak NHI Bandung,” kata Widiyanti, Jumat (24/7/2026).

Selain mendukung pembangunan infrastruktur, Kementerian Pariwisata juga akan berkolaborasi dalam penguatan kualitas pendidikan dengan memberikan kurikulum pariwisata bagi siswa Sekolah Rakyat. Kesempatan melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pariwisata juga akan dibuka melalui skema beasiswa bagi para lulusan.

“Sekolah Rakyat ini kami berikan alokasi 20 persen bisa masuk ke politeknik pariwisata dengan beasiswa,” tutur Widiyanti.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata akan menjadi salah satu proyek Sekolah Rakyat permanen yang berdiri di atas lahan milik Kementerian Pariwisata.

“Tanah yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata ini akan menjadi bagian dari salah satu gedung permanen yang akan dibangun pada tahap tiga atau tahap empat. Jika semua persyaratannya sudah dicukupi, insyaallah Kemen PU akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Gus Ipul

Menurutnya gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut nantinya dirancang menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebagai sekolah berasrama, siswa mendapat pendampingan selama 24 jam dan dukungan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk Learning Management System (LMS).

“Intinya sekolah rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita ini menjadi generasi emas tahun 2045,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan Sekolah Rakyat menyasar anak-anak keluarga prasejahtera melalui penjangkauan berbasis DTSEN tanpa mekanisme pendaftaran. Prioritas diberikan kepada anak-anak putus sekolah, berisiko putus sekolah, tidak bersekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecam Korupsi Pakan Satwa KBS, Komisi IV DPR Minta Penyidikan Tidak Berhenti Pada Satu Orang
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Misteri Keberadaan Febrie Usai Dijadikan Tersangka, Begini Kata Hotman
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Yusril: Sayembara Tangkap Begal dari Dedi Mulyadi Berisiko Main Hakim Sendiri
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Pangkep M. Yusran Lalogau Dilantik Pimpin IKA Perikanan Unhas Periode 2026-2030
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Canangkan GNPP, Menteri PANRB Tegaskan Sinergi dan Kolaborasi Kunci Hadirkan Layanan Nyata Untuk Masyarakat
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.