JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menanggapi terkait mundurnya Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dr. Nevirizal, gara-gara konten flexing sang anak.
Dudung mengaku telah mengetahui kabar yang viral di media sosial tersebut.
Menurutnya, memang lebih baik Nevirizal mundur dari jabatannya.
"Iya, saya monitor. Mungkin bapaknya juga banyak pertimbangan yang beliau perkirakan sehingga lebih baik mundur menurut saya," kata Dudung saat ditemui di Kantor Kemenpan RB, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Pejabat Gayo Lues Mundur usai Anak Flexing di Medsos, Bupati: Kami Tetap Investigasi
Ke depannya, Dudung berharap tidak ada lagi pejabat-pejabat yang mengundurkan diri karena permasalah pribadi, apalagi menyangkut flexing.
Ia juga meminta peristiwa tersebut menjadi pengingat para pejabat lain untuk tidak pamer kemewahan.
"Ya mudah-mudahan ini menjadi pelajaranlah bagi kita. Hal-hal yang seperti ini jangan sampai terjadi," ucapnya.
Baca juga: Buntut Video Flexing Anaknya Viral, Pejabat Gayo Lues Nevirizal Mundur
Sebelumnya diberitakan, Nevirizal mengundurkan diri dari jabatan setelah polemik yang melibatkan anggota keluarganya menjadi sorotan publik.
Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pengunduran diri kepada Bupati Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026).
Dalam pernyataannya, Nevirizal mengatakan keputusan itu diambil secara sadar sebagai bentuk tanggung jawab moral karena polemik yang menyeret keluarganya dinilai telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga," kata Nevirizal.
Baca juga: Konten Flexing Anak Pejabat Gayo Lues Viral, Nevirizal Minta Maaf ke Publik
Ia menegaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan demi menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sekaligus memberi ruang agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, memastikan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tetap menginvestigasi dugaan pelanggaran etik yang menyeret Nevirizal, meski yang bersangkutan telah mengundurkan diri.
Suhaidi mengatakan tim investigasi akan menelusuri berbagai unggahan yang beredar di media sosial, termasuk yang memunculkan dugaan adanya pelanggaran.
"Kemudian tindak lanjut yang kita lakukan, kita langsung membentuk tim untuk melakukan investigasi tentunya kepada hal-hal yang diposting. Karena ada beberapa hal yang harus kita dalami dari postingan itu," ujar Suhaidi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/7/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




