Jakarta: Amerika Serikat (AS) mengumumkan peningkatan bantuan hibah militer kepada Filipina menjadi USD100 juta atau senilai Rp1,79 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan sekutunya itu dalam mempertahankan kedaulatan dan mencegah konflik di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan.
Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim mengatakan tambahan bantuan tersebut diumumkan dalam rangkaian kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ke ASEAN. Menurutnya, AS juga akan terus menjalankan komitmennya di bawah perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina.
"Amerika Serikat juga memiliki kewajiban berdasarkan perjanjian dengan Filipina. Kami telah melakukan segala yang kami bisa dan akan terus melakukannya untuk memastikan Filipina, sebagai sekutu kami, memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mempertahankan dirinya," kata Kim dalam virtual press briefing, Jumat, 24 Juli 2026.
Kim mengatakan AS mengalokasikan tambahan hibah militer sebesar USD60 juta sehingga total bantuan yang diberikan kepada Filipina kini mencapai USD100 juta.
"Itulah sebabnya dalam kunjungan Menteri Rubio, kami dapat mengumumkan tambahan US$60 juta sehingga totalnya menjadi USD100 juta dalam bentuk bantuan hibah militer kepada Filipina agar negara itu dapat mempertahankan kedaulatannya dan mencegah konflik," ujarnya.
Ia menambahkan bantuan tersebut melengkapi kerja sama keamanan yang selama ini telah berlangsung antara AS dan Filipina.
Kim kembali menegaskan kebebasan bernavigasi (freedom of navigation) merupakan kepentingan mendasar bagi keamanan nasional AS, baik di kawasan Indo-Pasifik maupun secara global.
Selain itu, ia menekankan bahwa setiap sengketa di Laut China Selatan harus menghormati kedaulatan wilayah Filipina, sebagaimana telah berulang kali disampaikan pemerintah AS.
"Pada akhirnya, yang penting adalah sengketa-sengketa di Laut China Selatan harus menghormati kedaulatan teritorial Filipina, sebagaimana telah berkali-kali ditegaskan Amerika Serikat," ucapnya.
Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah serangkaian insiden antara kapal Filipina dan China Coast Guard dalam beberapa hari terakhir. Dalam salah satu insiden terbaru, kedua negara saling melontarkan tuduhan terkait konfrontasi di perairan sengketa, sementara masing-masing pemerintah memanggil duta besar pihak lain sebagai bentuk protes diplomatik.
Insiden tersebut menjadi salah satu isu yang menyita perhatian dalam rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 di Manila. Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya terhadap perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina dan menyatakan akan terus mendukung kemampuan Manila dalam menjaga keamanan serta kedaulatannya di Laut China Selatan.




