Indonesia Kecam Keras Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Kemlu: Ancam Perdagangan Dunia

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras terhadap serangkaian serangan yang menyasar kapal-kapal komersial di perairan internasional Laut Merah.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia menilai aksi tersebut bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam keselamatan pelayaran global, kelancaran perdagangan internasional, serta stabilitas kawasan.

Baca Juga :
Iran: Gencatan Senjata Harus Cakup Semua Zona Konflik dari Lebanon ke Laut Merah
Jet Tempur AS Senilai Rp1,1 Triliun Jatuh ke Laut Merah

Dalam pernyataan resminya, Kemlu menegaskan bahwa kebebasan bernavigasi di perairan internasional merupakan prinsip yang harus dihormati seluruh pihak. Serangan terhadap kapal-kapal sipil dinilai bertentangan dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.

“Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Merah. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,” tulis Kemlu RI, melalui keterangan resminya, Jumat 24 Juli 2026.

Indonesia juga menyerukan seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Menurut Kemlu, penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pijakan utama dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi, serta menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS),” ujarnya.

Selain menyoroti situasi di Laut Merah, Indonesia kembali menegaskan sikapnya terhadap konflik di Yaman. Pemerintah mendukung penyelesaian konflik melalui jalur politik yang inklusif dengan mengedepankan kepemimpinan dan kepemilikan penuh oleh rakyat Yaman di bawah fasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Terkait konflik di Yaman, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui proses politik yang inklusif, Yemeni-led and Yemeni-owned, di bawah fasilitasi PBB, serta dengan menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman,” tutupnya.

tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Baca Juga :
AS Murka, Perusahaan China Diduga Pasok Citra Satelit untuk Bantu Houthi
AS Murka Kapal Perusaknya Diserang Houthi saat Melintas di Teluk Aden
Italia dan AS Bahas Laut Merah dan Gaza, Komitmen untuk Perdamaian dan Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jamwas Pastikan Kejagung Pernah Terima Pengalihan Penanganan Perkara ASABRI dari Polisi
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Sambangi Aceh, Brantas Abipraya Bakal Percepat Penyediaan Huntara bagi Masyarakat Terdampak
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kronologi Lengkap Shin Tae-yong Disanksi Berat KFA hingga Diskors 10 Tahun, Berawal dari Video Tampar Pemain
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Belgia peringati Hari Nasional dengan parade militer di Brussel
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
PPATK: Perputaran Dana Judi Online di Era Prabowo Catat Penurunan Pertama
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.