JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar personel Satpam yang menegur pengendara Toyota Alphard menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, tidak dipecat dari pekerjaannya.
Pramono menilai personel satpam yang terlibat perselisihan dengan pengendara Alphard tersebut sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
"Untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali, dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026.
BACA JUGA:Pakar Beberkan Bahaya LPG 3 Kg Dipindah ke Gas Portable, Berisiko Picu Ledakan
Pramono menyampaikan jika dirinya telah melihat rekaman CCTV secara utuh dan lebih lengkap dari yang beredar di media sosial.
Sehingga dirinya bisa menilai siapa yang salah dalam kasus tersebut.
"Dari data CCTV yang juga kita miliki sebenarnya lebih lengkap dari apa yang viral tadi. Terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar," ujarnya.
Di sisi lain, Pramono telah menerima laporan jika mobil Toyota Alphard pelat atau nomor polisi palsu.
Politisi PDI Perjuanagn itupun meminta kepada aparat kepolisian untuk memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku bagi pengendara.
BACA JUGA:4 Ruang Kelas Rusak Berat, 270 Siswa SDN 09 Kebayoran Lama Numpang Belajar di Sekolah Lain
"Kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai plat itu adalah plat palsu. Sehingga dengan demikian harusnya diberikan sanksi," tegas Pramono.
Adapun kasus itu bermula saat seorang sekuriti membantu mengamankan sejumlah pejalan kaki yang menyebrang melalui pelican crossing di Jalan MH Thamrin tepatnya di depan halte Hotel Pullman pada Rabu, 22 Juli 2026, siang.
Tiba-tiba, mobil Alphard berwarna hitam menerobos lampu merah hingga dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki yang tengah menyebrang.
Sekuriti itupun kemudian menegur pengendara Alphard hingga terjadi perselisihan. Dua pria pengendara Alphard kemudian membawa si sekuriti ke Pos Polisi Thamrin.
Di situ diduga terjadi intimidasi terhadap personel sekuriti tersebut.
- 1
- 2
- »





