tvOnenews.com - Perayaan ulang tahun identik dengan kue dan tradisi meniup lilin.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya, apakah meniup lilin saat ulang tahun diperbolehkan menurut ajaran Islam?
Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, pernah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.
Menurutnya, yang terpenting dalam memperingati ulang tahun adalah menjadikannya sebagai momen untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat umur dan kesempatan hidup yang masih diberikan.
Buya Yahya menjelaskan bahwa mengadakan acara syukuran atau selamatan pada hari ulang tahun pada dasarnya tidak menjadi persoalan selama diisi dengan hal-hal yang baik.
"Kalau sebagai selametan, syukuran ya boleh saja. Selametan setiap hari aja boleh. Syukuran karena Allah sudah memberikan umur sampai tahun ini," ujar Buya Yahya.
Ia juga menilai membagikan makanan atau kue kepada keluarga, teman, maupun orang lain dapat menjadi bentuk sedekah yang bernilai kebaikan.
Menurutnya, kue ulang tahun tidak harus dipotong secara simbolis. Kue tersebut bisa langsung dibagikan kepada orang-orang yang hadir sebagai bentuk berbagi rezeki.
"Sebagai sedekah. Kuenya tidak usah dipotong, kan bisa dibagi. Kalau cuma sekadar potong kue tidak masalah, jika tidak diberi makna yang lain," jelasnya.
- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Buya Yahya: Tiup Lilin Sebaiknya Dihindari
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam menghindari tradisi meniup lilin saat ulang tahun.
Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut diyakini berasal dari kebiasaan masyarakat pada masa Yunani Kuno.
Dalam penjelasannya, masyarakat saat itu dipercaya meniup lilin sambil memanjatkan doa dengan keyakinan bahwa asap lilin akan membawa doa mereka kepada dewa-dewi yang mereka sembah.
"Adapun yang tiup lilin itu yang harus dihindari. Kalau baca sejarahnya, kalau tidak salah itu kisah di Yunani Kuno dulu. Keyakinan mereka itu ingin menitip pesan kepada dewa-dewi khayalan mereka di atas sana. Jadi sambil berdoa kemudian ditiup, biar doanya dibawa asap. Kalau betul kisahnya seperti itu ya jangan tiup lilin," tutur Buya Yahya.
Karena itu, ia menyarankan agar umat Islam tidak meniru tradisi yang memiliki latar belakang keyakinan agama lain.




