Shanghai terus diguyur hujan lebat selama beberapa hari terakhir. Pada 22 Juli, banyak warganet membagikan foto-foto awan badai yang langka di Shanghai. Langit dipenuhi awan hitam pekat yang menyelimuti kota, menciptakan suasana yang sangat mencekam. Sejumlah warganet berkomentar, “Rasanya seperti langit akan runtuh!” dan “Apakah Shanghai sedang mengalami ujian dari langit?”
EtIndonesia.com Sejak pertengahan Juli 2026, Shanghai telah mengalami beberapa gelombang cuaca konvektif yang kuat.
Pada 19 Juli, Distrik Yangpu mencatat curah hujan hampir 200 milimeter dalam waktu empat jam, mendekati rekor tertinggi dalam sejarah, sehingga menyebabkan banjir di banyak lokasi.
Hingga 22 Juli, hujan badai disertai petir masih terus berlangsung, bahkan di beberapa wilayah juga turun hujan es.
Pada pukul 18.22 waktu Beijing, 22 Juli, Biro Meteorologi Shanghai mengeluarkan:
- Peringatan Kuning untuk Petir di wilayah pusat kota.
- Peringatan Biru untuk Angin Kencang di wilayah pusat kota.
Pihak meteorologi memperkirakan bahwa dalam enam jam berikutnya, sebagian besar wilayah pusat kota akan mengalami aktivitas petir serta angin kencang dengan kecepatan tingkat 7 hingga 9 (menurut skala Beaufort).
Saat jam pulang kerja sore itu, langit Shanghai dipenuhi awan hitam pekat dengan suasana seolah badai besar akan segera datang.
Banyak warganet mengunggah foto awan badai tersebut dan menuliskan komentar seperti:
- “Apakah Shanghai sedang menghadapi bencana? Pemandangannya terlalu berlebihan.”
- “Benar-benar seperti sedang melewati ujian dari langit.”
- “Dari jalan layang terlihat awan hitam menutupi seluruh langit dengan lapisan yang sangat tebal.”
- “Awan hitam itu benar-benar memberikan tekanan. Rasanya seperti langit akan runtuh.”
Mengenai hujan deras yang terus melanda Shanghai, warganet juga berkomentar:
- “Gelombang hujan deras di Shanghai sekarang seperti bergiliran. Akhir pekan lalu Yangpu kebanjiran, Senin kemarin Pudong terendam. Hari ini entah distrik mana lagi yang akan terkena.”
- “Beberapa hari ini hujan deras turun setiap hari, seolah-olah langit berlubang.”
- “Shanghai sekarang berubah menjadi ‘Laut Shanghai’.”
Sumber : NTDTV.com
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)
Awan gelap menyelimuti Shanghai. (Gambar dari internet)





