Dua Kapal Tanker Saudi Diserang, Trump Ultimatum Iran dan Houthi

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Yaman dan Iran jika kelompok Houthi yang didukung Teheran kembali menyerang kapal-kapal di Laut Merah, sementara laporan baru mengungkap Iran diam-diam mengirim komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) beserta perlengkapan militer ke Yaman awal bulan ini.

"Setahun lalu Amerika Serikat menyerang Houthi, dengan sangat kuat, karena campur tangan mereka dalam perdagangan dengan menembaki kapal-kapal. Sejak saat itu, dan selama konflik kami dengan Iran, mereka bertindak sangat bertanggung jawab. Sayangnya, sekarang mereka mulai lagi, menembak dua kapal tanker Arab Saudi tadi malam," tulis Trump di platform Truth Social-nya.

"Jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah surrogat dan/atau proksi Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi itu sendiri."

Trump menambahkan bahwa ia "sangat kecewa" dengan Houthi karena "mereka, hingga saat ini, telah bertindak sangat profesional dan cerdas."

Di media sosial, Trump menyatakan bahwa "setiap kerusakan apa pun" yang dialami kapal-kapal kargo akan dibayar menggunakan "uang milik Iran". Ia merujuk pada aset-aset Iran yang dibekukan Amerika Serikat, meski tidak menjelaskan bagaimana mekanisme penggunaannya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menanggapi pernyataan itu dengan peringatan melalui platform X. Menurut dia, "Menyita aset suatu negara untuk membayar klaim lain yang tidak berkaitan merupakan preseden yang sangat berbahaya."

Araqchi menambahkan, jika praktik penyitaan semacam itu menjadi hal yang lumrah di kalangan pemerintah, maka tidak ada lagi aset negara mana pun yang benar-benar aman. "Kekacauan yang akan terjadi tidak akan indah ataupun damai," tulisnya pada Jumat (24/7).

Iran kirim komandan IRGC ke Yaman

Ancaman Trump datang bersamaan dengan laporan Reuters yang mengungkap pengiriman diam-diam personel dan perlengkapan militer Iran ke Yaman. Empat sumber yang mengetahui masalah ini, termasuk dua sumber Iran, Menteri Informasi Yaman, dan seorang analis keamanan regional, mengatakan Iran memindahkan personel IRGC dan perlengkapan militer dalam sebuah penerbangan dari Teheran ke Yaman pada 13 Juli.

Dua sumber Iran mengatakan kepada Reuters bahwa antara 10 hingga 21 personel IRGC, termasuk komandan senior, berada dalam penerbangan Mahan Air tersebut.

Pesawat itu awalnya menuju ibu kota yang dikuasai Houthi, Sanaa, namun dialihkan ke kota pelabuhan Laut Merah, Hodeidah, setelah bandara diserang oleh pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

"Komandan IRGC pergi ke sana untuk mendukung operasi Houthi dan memberikan pelatihan tentang sistem rudal baru," kata salah satu sumber, seraya menambahkan bahwa Iran juga mengirim emas di atas pesawat untuk mendanai kegiatan Houthi.

Kementerian Luar Negeri Iran tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Teheran berulang kali membantah telah membekali gerakan Houthi di Yaman dengan kemampuan rudal.

Abdel Rahman al-Ahnomi, pejabat media Houthi yang mengaku berada di dalam pesawat, menyebut klaim bahwa Iran mengirim ahli militer ke Yaman sebagai "kebohongan dan fabrikasi," seraya menambahkan bahwa semua penumpang di pesawat adalah warga sipil. Houthi sebelumnya juga menolak disebut sebagai proksi Iran dan menyatakan mereka mengembangkan senjata sendiri.

Tiga hari setelah kedatangan, Houthi umumkan blokade Saudi

Tiga hari setelah penerbangan itu tiba di Yaman, Reuters melaporkan bahwa Teheran telah meminta gerakan Houthi untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran, menimbulkan ancaman baru bagi pasokan energi global.

Pada Senin (20/07), kelompok yang wilayah kontrolnya di Yaman menghadap jalur perairan itu mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi sebagai respons atas pengeboman bandara Sanaa pada 13 Juli, yang mereka klaim dilakukan oleh Saudi.

Langkah-langkah ini menandai berakhirnya gencatan senjata empat tahun antara Riyadh dan Houthi. Ancaman mereka terhadap salah satu jalur perdagangan maritim terpenting dunia semakin meningkat pada Kamis ketika kelompok itu mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi.

Kargo berisi komponen rudal dan drone

Moammar al-Iryani, menteri informasi pemerintah Yaman yang didukung Saudi, mengonfirmasi pengiriman personel dan perlengkapan IRGC dalam wawancara telepon dengan Reuters, mengutip informasi intelijen.

"Misi mereka adalah memperkuat kemampuan militer milisi dan mempersiapkan mereka untuk mengancam keamanan maritim internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab," katanya.

Mzahem Alsaloum, analis keamanan dan intelijen yang telah memantau Houthi dan kelompok-kelompok yang didukung Iran selama bertahun-tahun, juga mengonfirmasi kedatangan para ahli IRGC dalam penerbangan 13 Juli itu. Menurutnya, sebagian kargo mencakup komponen yang berkaitan dengan rudal jarak pendek dan menengah serta drone, sistem senjata serupa yang sebelumnya digunakan dalam serangan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pada konferensi pers di Teheran pada 20 Juli, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan penerbangan ke Sanaa pada 13 Juli dimaksudkan untuk membawa pulang delegasi Houthi yang telah pergi ke Teheran untuk menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dibunuh, serta warga Yaman yang mendapat perawatan medis di Iran.

Pada 3 Juli, pesawat itu membawa sekitar 200 orang, termasuk pejabat senior, perempuan, dan anak-anak, ke Iran untuk pemakaman tersebut. Pada 13 Juli, kata empat sumber itu, pesawat kembali ke Yaman membawa anggota delegasi tersebut beserta komandan dan penasihat IRGC. Sebelum bisa mendarat di Sanaa, pemerintah yang didukung Saudi menyerang bandara, memaksa pesawat dialihkan ke Hodeidah yang dikuasai Houthi.


Editor Rizki Nugraha

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan Hebohkan Warga, Warung di Gresik Ludes Dilalap Api
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Rumah Pribadi Bupati Lombok Barat Digeledah KPK Dalam Kasus Dugaan Korupsi
• 13 jam lalunarasi.tv
thumb
48 Hektare Lahan di Pulang Pisau Terbakar, 8 Orang Ditetapkan Tersangka
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
DPR Pertanyakan Urgensi Pembentukan URI
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Lebih dari 3.200 Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.