Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membentuk tim investigasi dan inventarisasi imbas robohnya bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Dia tidak ingin, kejadian serupa terulang.
Diketahui, bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tersebut sudah roboh hampir dua tahun.
Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 pada Jumat, 24 Juli 2026 sore.
"Saya minta untuk ada tim investigasi yang ada kemarin dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada," kata Pramono kepada wartawan, Jumat, 24 Juli 2026.
Sementara itu, tim inventarisasi akan melakukan inventarisasi terhadap gedung-gedung sekolah yang dinilai rawan dan harus direhabilitasi dalam waktu cepat.
Di sisi lain, Pramono menjelaskan pihaknya akan melakukan pembangunan kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Rencananya, pembangunan akan menelan anggaran Rp48,1 miliar.
Pramono menargetkan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ini akan rampung dalam waktu 10 bulan.
"Targetnya di tempat ini 10 bulan. Jadi kalau 10 bulan dari September ya tinggal dihitung saja," jelas dia.
- Yeni Lestari/VIVA
Sebelumnya diberitakan, SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi kini menjadi sorotan karena bangunannya tak layak digunakan akibat roboh dua tahun lalu.
Meski berada di Ibukota, namun SD tersebut terlihat terbengkalai karena tidak ada kegiatan belajar mengajar karena bangunan tak kunjungi diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan, bangunan yang roboh nampak begitu mengkhawatirkan, rangka atap ambruk ke dalam ruangan kelas.
Sementara suasana di dekat bangunan yang ambruk nampak begitu kumuh dan tak terawat, daun-daun yang berjatuhan terlihat berceceran seperti tidak ada yang membersihkan.
Meski tidak semua bangunan roboh, tetapi sekolah tersebut harus ditinggalkan para muridnya untuk sementara hingga adanya perbaikan dan membuat siswa kembali nyaman untuk melakukan kegiatan belajar.
Salah satu orang tua murid, Evi (33) menceritakan awal mula kejadian robohnya bangunan sekolah. Ia mengatakan, bahwa bangunan sudah hampir dua tahun tidak diperbaiki.
"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur Pilkada (2024). Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," katanya, Selasa 21 Juli 2026.





