Madrid: Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska memutus deklarasi keadaan darurat nasional pada Jumat, 24 Juli, di Komunitas Madrid dan Provinsi Avila menyusul memburuknya situasi akibat maraknya kebakaran hutan.
“Deklarasi tersebut mencakup area kebakaran hutan yang melalap wilayah Villa del Prado dan San Martin de Valdeiglesias di Madrid, serta Burgohondo di Avila yang merupakan bagian dari kawasan Castilla dan Leon,” menurut laporan kantor berita RTVE.
Keputusan tersebut diambil di tengah meluasnya titik api secara bersamaan, kondisi cuaca yang memburuk, serta mendesaknya pengerahan sumber daya berskala besar dari berbagai instansi pemerintah, menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri.
Pihak berwenang juga mempertimbangkan perlunya penanganan evakuasi pencegahan, ancaman terhadap kawasan pemukiman warga, serta potensi meluasnya kobaran api melintasi batas-batas wilayah administratif.
Satuan Darurat Militer UME telah ditunjuk untuk memimpin kendali operasional pemadaman kebakaran dan penanganan darurat di lapangan. Pemerintah Daerah Madrid menyatakan bahwa kondisi saat ini masih kritis, di mana tiga titik kebakaran besar dilaporkan masih aktif dan belum berhasil dikendalikan.
Lebih dari 10.000 warga telah dievakuasi dari wilayah kotamadya Villa del Prado, San Martin de Valdeiglesias, Pelayos de la Presa, dan Aldea del Fresno. Otoritas regional menegaskan bahwa kobaran api memiliki potensi untuk terus meluas di luar kapasitas upaya pemadaman akibat kondisi cuaca saat ini.
Spanyol tengah berhadapan dengan musim kebakaran hutan yang berat, di mana suhu udara yang tinggi, cuaca kering, serta hembusan angin kencang terus menyulitkan operasi pemadaman di berbagai wilayah.
(Kelvin Yurcel)




