VIVA – Langkah Jonatan Christie di China Open 2026 harus terhenti lebih cepat. Tunggal putra andalan Indonesia itu gagal menembus babak semifinal setelah kembali takluk dari pebulu tangkis muda Kanada, Victor Lai.
Jonatan yang berstatus unggulan keempat menyerah dua gim langsung dari Victor dengan skor 14-21, 17-21 pada laga perempat final di Changzhou, China, Jumat.
Kekalahan tersebut membuat Jonatan masih belum menemukan formula terbaik untuk meredam permainan Victor. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu mengaku masih mempelajari pola permainan lawannya yang dalam dua pertemuan terakhir selalu mampu mengalahkannya.
“Masih mencari cara yang tepat untuk menang dari dia tapi sedikit lebih belajar dari yang kemarin di Indonesia Open,” kata Jonatan dalam keterangan yang dikutip PBSI.
Hasil di China Open 2026 menjadi kekalahan kedua secara beruntun Jonatan dari Victor. Sebelumnya, peluang Jojo meraih gelar juara di Indonesia Open 2026 juga terhenti setelah kalah dari pemain muda Kanada tersebut pada partai final.
Saat itu, Jonatan harus mengakui keunggulan Victor dengan skor 19-21, 8-21 dalam pertandingan perebutan gelar juara turnamen BWF World Tour Super 1000.
Meski kembali menelan kekalahan, Jonatan menilai performanya kali ini mengalami peningkatan dibandingkan pertemuan sebelumnya. Namun, pemain peringkat teratas Indonesia itu masih kesulitan menjaga fokus ketika pertandingan memasuki fase-fase penting.
“Saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik. Hanya memang beberapa kali tadi polanya sudah benar, tapi tiba-tiba berubah dan dia melihat celah itu. ketika memang saya agak sedikit kendur, dia coba untuk menaikkan tempo permainan sehingga saya secara tidak langsung mengikuti pola dia lagi,” ujar Jonatan.
Menurut Jonatan, Victor memiliki kemampuan membaca situasi pertandingan dengan baik. Setiap kali lawan kehilangan momentum atau terjadi penurunan tempo permainan, Victor mampu memanfaatkannya untuk mengambil alih kendali.
Selain itu, Jonatan juga memberikan apresiasi terhadap kualitas permainan Victor yang dinilainya punya prospek cerah. Meski masih muda, pemain Kanada tersebut sudah menunjukkan ketenangan dan variasi pukulan yang membuat banyak lawan kesulitan.





