jpnn.com - Penasihat Menteri Desa Prof. Zainuddin Maliki mengatakan Kementerian Desa memacu pengembangan desa wisata dengan menggeser paradigma dari pariwisata di desa menjadi pariwisata yang digerakkan oleh desa.
Langkah itu dilakukan guna menghadapi tekanan ekonomi global, depresiasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi, serta meningkatnya biaya perjalanan.
BACA JUGA: 14 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Masih Dicari, Jenazah Ketiga Belum Teridentifikasi
"Setidaknya saat ini 6200 desa wisata bisa menyumbang hingga 4,4 juta dari seluruh tenaga kerja yang dihasilkan dunia pariwisata nasional di angka 25 juta tenaga kerja," kata Prof. Zainuddin dalam seminar internasional yang diselenggarakan Program Doktor Universitas Sahid Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dalam Seminar Internasional yang bertema "Prospects for the Tourism Industry Amid Economic Challenges" itu, Prof. Zainuddin menegaskan bahwa pengembangan desa wisata merupakan salah satu prioritas dari 12 agenda aksi Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto.
BACA JUGA: Pesan Jaksa Agung kepada Kuntadi Setelah Heboh Skandal Febrie
Program ini bertujuan menopang pembangunan ekonomi inklusif, seperti dimaksud Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Dengan paradigma pariwisata yang digerakkan oleh desa, maka masyarakat desa bukan sekadar membangun destinasi wisata. Desa bergerak melalui pariwisata membangun ekonomi lokal, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
BACA JUGA: Prabowo Sebut Wartawan Londo Ireng, Guntur PDIP: Berbahaya Bagi Demokrasi
"Dengan gerakan itu dapat dipastikan pembangunan pariwisata tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat desa tetapi juga tumbuh menjadi pilar pembangunan ekonomi nasional secara inklusif," ujarnya.
Menurutnya, dalam menghadapi tekanan ekonomi global, Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan pembangunan pariwisata yang berpusat pada destinasi besar. Potensi ekonomi desa harus dikembangkan sebagai kekuatan baru melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat dan potensi lokal.
Desa memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, kuliner, kerajinan, serta kearifan lokal yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan industri pariwisata. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, desa wisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Prof Zainuddin mengharap Program Doktor Universitas Sahid dan perguruan tinggi lainnya di Indonesia, dapat memperkuat perspektif akademik dan kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan desa wisata di Indonesia yang adaptif terhadap tantangan ekonomi global.
Seminar internasional tentang pariwisata itu dibuka Rektor Universitas Sahid Prof. Dr. Ir. Giyatmi, MSi, dan dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, Penasihat Menteri desa PDT Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si, CEO Injourney Tourism Development Corporation Ahmad Fajar, Sekretaris Divisi Politik Kedutaan Australia Kate Fletcher dan Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia Pauline Suharno.(Fat/JPNN)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




