Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea selama 10 tahun kepada Shin Tae-yong terkait dugaan kekerasan terhadap pemain ketika masih menangani Ulsan HD.
Berdasarkan laporan media Korea Selatan, Komite Disiplin KFA telah menyelesaikan proses pemeriksaan sejak awal Juli dan secara resmi menyampaikan putusan tersebut kepada Shin Tae-yong.
Melansir Laodong News, Jumat (25/7/2026), KFA tidak mengungkapkan perincian perkara dengan alasan perlindungan data pribadi. Namun, federasi memastikan sanksi yang dijatuhkan termasuk dalam kategori hukuman berat.
Sanksi tersebut mencakup pembekuan lisensi kepelatihan dan larangan bagi Shin Tae-yong untuk mengikuti aktivitas sepak bola di wilayah Korea Selatan selama 10 tahun. Sebelumnya, KFA disebut sempat mempertimbangkan hukuman larangan melatih seumur hidup sebelum menetapkan putusan akhir.
Perkara itu bermula ketika Shin Tae-yong menangani Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Ia dituduh menampar Jung Seung-hyun bek tengah senior Ulsan dalam sebuah pertemuan tim.
Insiden tersebut disebut memicu persoalan internal di tubuh klub. Setelah serangkaian hasil yang tidak memuaskan, Ulsan HD mengakhiri kontrak Shin Tae-yong pada Oktober 2025.
Jung Seung-hyun baru berbicara mengenai kejadian tersebut pada akhir 2025. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak sesuai dengan sepak bola modern. Ia juga menilai setiap tindakan yang membuat orang lain merasa terluka dapat dikategorikan sebagai kekerasan.
Media Korea Selatan menyebut sanksi KFA hanya berlaku dalam lingkup aktivitas sepak bola di negara tersebut. Karena itu, putusan tersebut tidak secara langsung memengaruhi pekerjaan Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta. Shin Tae-yong sendiri telah menandatangani kontrak dengan Persija pada Juni 2026. (bil/iss)




