Sering Diabaikan, Waspada Diabetes dan Hipertensi Bisa Picu Kebutaan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Diabetes/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Para penderita diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) diimbau untuk tidak menyepelekan kesehatan mata. Kerusakan organ penglihatan akibat kedua penyakit kronis ini sering kali terjadi secara diam-diam (silent) tanpa disertai rasa sakit atau kaburnya penglihatan pada tahap awal.

Diabetes diketahui dapat merusak pembuluh darah halus pada retina (retinopati diabetik). Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang mampu mengganggu sirkulasi serta struktur pendukung fungsi penglihatan.


Baca: Nyeri Dada Tengah Malam? Jangan Tunda untuk Periksa, Ini Risikonya

Ironisnya, proses kerusakan ini bisa berlangsung saat pasien masih merasa bisa membaca, menyetir, dan beraktivitas normal sehari-hari.

"Banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi mungkin belum menyadari bahwa mata juga dapat terdampak," ujar Dr. Low Jin Rong, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Lebih lanjut, Dr. Low menjelaskan bahwa meskipun diabetes dan hipertensi sudah sangat sering dikaitkan dengan risiko fatal seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal, dampak buruknya terhadap mata jarang dibahas dengan tingkat urgensi yang sama.

Glaukoma: Sang Pencuri Penglihatan

Salah satu ancaman terbesar yang dipicu oleh kondisi ini adalah Glaukoma, penyakit yang kerap dijuluki sebagai "pencuri penglihatan". Glaukoma merusak saraf optik secara bertahap dan umumnya menyerang penglihatan samping (perifer) terlebih dahulu.

Lantaran fungsi penglihatan tengah masih jernih, pasien kerap tidak sadar bahwa sebagian lapang pandang mereka telah hilang secara permanen.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma dan masalah mata serius lainnya meliputi:

- Tekanan bola mata yang tinggi

- Riwayat glaukoma dalam keluarga

- Miopia (mata minus) tinggi & pertambahan usia

- Riwayat cedera mata & penggunaan kortikosteroid jangka panjang

- Kondisi sistemik seperti diabetes dan hipertensi

Penting diketahui, kerusakan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan (ireversibel). Namun, diagnosis dini dan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata dapat memperlambat keparahan penyakit melalui penanganan yang tepat, seperti obat-obatan, terapi laser, atau tindakan operasi.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Madura United Datangkan Striker Bulgaria Dimitar Mitkov
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dedy Irvan Jagad Ungkap Keunggulan Teknologi Baru Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadiri Reuni Emas SMPN 1 Kediri, Risma Buka-Bukaan Rahasia Sukses Usir Rasa Minder
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Kasus Eks Jampidsus Tuai Sorotan Tajam Publik, APH Didesak Ungkap Seluruh Aktor yang Terlibat
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditahan di Rutan KPK, Ini Pembelaan Febrie Adriansyah
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.