Jebolnya Bendungan Liulan di Kota Hengzhou, Guangxi, dilaporkan menyebabkan korban jiwa yang sangat besar. Seorang warganet yang mengaku sebagai orang dalam China Three Gorges Corporation (CTG) mengungkap bahwa terdapat banyak jenazah mengapung di air dan juga membagikan sejumlah gambar simulasi jebolnya Bendungan Tiga Ngarai. Hingga saat ini, keaslian identitas maupun isi klaim tersebut belum dapat diverifikasi.
EtIndonesia.com Pada 21 Juli, sekitar dua minggu setelah Bendungan Liulan jebol, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengumumkan bahwa Wu Qiren, General Manager cabang Guangxi dari China Three Gorges Corporation, sedang diselidiki. Wu yang berusia 54 tahun telah lama bekerja dalam sistem Three Gorges Group. Bahkan pada 10 Juli, ia masih menghadiri kegiatan inspeksi proyek di Beihai, Guangxi.
Setelah pengumuman tersebut, seorang warganet yang mengaku sebagai orang dalam Three Gorges Group menghubungi akun anti-PKT di platform X, “Luo Xiang – Pomu Tuiqiang”, dan mengklaim bahwa Wu Qiren ditangkap karena “terlalu banyak membocorkan informasi” mengenai kondisi bencana di Guangxi.
Orang tersebut mengaku beberapa kali mendengar Wu Qiren menceritakan situasi di daerah bencana, termasuk kisah seorang ibu di Hengzhou yang mengikat dirinya bersama tiga anaknya menggunakan tali agar tidak terpisah, namun akhirnya semuanya tenggelam.
三峡内部人员投稿:具体详情看图说话!
博主你好:
内部人士,昨天三峡集团吴启仁因透露洪灾及三峡内部实情,被带走调查。事情很严重,他经常在各种饭局爆内部料。听他说过很多事,此人口才好,声情并茂。现在上面全力捂盖子,他逆风嘴瓢,出事了!… https://t.co/L4AbNO2mvv pic.twitter.com/Hm7WVwK2t3
Ia juga mengklaim bahwa di sebuah tikungan tempat arus banjir berbalik, ratusan jenazah mengapung memenuhi permukaan air. Karena petugas tidak mampu mengevakuasinya secara manual, mereka menggunakan alat berat untuk mengangkat jenazah. Setelah itu ditemukan bahwa masih banyak jenazah lain berada di bawah permukaan air.
Orang tersebut juga mengatakan bahwa kondisi Bendungan Tiga Ngarai saat ini sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, apabila bendungan tersebut jebol, bencana yang terjadi akan jauh lebih besar.
“Instansi terkait sejak lama telah melakukan analisis mengenai kemungkinan runtuhnya Bendungan Tiga Ngarai. Ada dokumen ratusan halaman yang mencakup simulasi dalam 72 jam, satu minggu, tiga bulan hingga enam bulan setelah bendungan jebol. Datanya sangat rinci. Sebagai orang dalam, saya sempat memotret sebagian dokumen tersebut agar lebih banyak masyarakat mengetahui kenyataannya,” katanya.
Dalam unggahan tersebut juga terdapat sebuah video yang memperlihatkan tumpukan dokumen setebal ratusan halaman di atas meja. Halaman paling atas bertuliskan:
- Simulasi Skenario Jebolnya Bendungan Tiga Ngarai
- Peta Wilayah yang Terendam Satu Minggu Setelah Bendungan Jebol
- Simulasi Kecepatan Arus Banjir Setelah Satu Minggu
- Peta Sebaran Kepadatan Penduduk yang Terdampak Setelah Satu Minggu
- Peta Gangguan Transportasi Setelah Satu Minggu
Peta-peta tersebut menunjukkan bahwa apabila Bendungan Tiga Ngarai jebol, dalam waktu satu minggu wilayah terdampak akan membentang dari hulu Bendungan Tiga Ngarai hingga ke muara Sungai Yangtze di Shanghai. Di dalamnya juga tercantum keterangan seperti:
- Luas daerah aliran sungai sekitar 1 juta kilometer persegi.
- Total penduduk yang terdampak sekitar 132 juta jiwa.
Sebelumnya, ada pula seorang warganet lain yang mengaku sebagai pegawai Bendungan Tiga Ngarai. Ia mengklaim bahwa terdapat banyak titik rembesan air di bagian dasar bendungan dan mengatakan bahwa “jebolnya Bendungan Tiga Ngarai hanya tinggal menunggu waktu.” Menurutnya, apabila hal itu terjadi, jumlah korban jiwa akan meningkat secara eksponensial dan ratusan juta orang akan terdampak.
Hingga saat ini belum ada cara untuk memverifikasi identitas para pembocor informasi tersebut maupun kebenaran isi klaim mereka.
Sejak proyek Bendungan Tiga Ngarai pertama kali direncanakan, sejumlah pakar hidrologi Tiongkok, termasuk Wang Weiluo, telah menyatakan penolakan keras. Mereka menilai proyek tersebut membawa risiko keselamatan yang besar serta dapat menimbulkan bencana ekologis.
Dua akademisi ternama Tiongkok, Qian Weichang dan Huang Wanli, pernah memperingatkan bahwa apabila Bendungan Tiga Ngarai jebol, 39,3 miliar meter kubik air waduk akan melanda dataran tengah dan hilir Sungai Yangtze dalam waktu singkat. Enam provinsi dan kota di wilayah hilir akan berubah menjadi “lautan air”, sementara ratusan juta penduduk akan menghadapi bencana besar.
Sebagai perbandingan kapasitas waduk:
- Bendungan Tiga Ngarai: kapasitas total 39,3 miliar meter kubik.
- Bendungan Banqiao (Henan) yang jebol pada 8 Agustus 1975: kapasitas total 675 juta meter kubik.
- Bendungan Liulan yang jebol tahun ini: kapasitas total sekitar 93,19 juta meter kubik.
Mengenai jumlah korban tewas akibat jebolnya Bendungan Banqiao, terdapat beberapa versi data. Statistik resmi PKT pernah menyebut 85.600 korban jiwa (data pada bulan kejadian), sementara revisi tahun 1992 menyebut lebih dari 26.000 korban jiwa. Adapun perkiraan tidak resmi menyebut angka 220.000, 230.000, hingga 240.000 korban jiwa.
Sumber: NTDTV.com





