HARIAN.FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Pertanian Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Program Kerja di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto pada Kamis (16/7) pukul 13.00 WITA. Seminar ini menjadi tonggak awal pengenalan berbagai program pengabdian yang akan dijalankan selama masa KKN, dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Mahasiswa memperkenalkan program utama berupa Pelatihan Budidaya Tanaman Indigofera sebagai alternatif pakan ternak sekaligus perbaikan tanah kering. Tanaman ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pakan ternak serta kesuburan lahan, mendukung produktivitas pertanian di Desa Tarowang.
Lebih lanjut, enam program kerja pendukung juga dipaparkan, antara lain sosialisasi pembuatan kompos dan pupuk organik cair berbasis EM4, pembuatan media tanam organik dari limbah sabut kelapa dan lontar, pelatihan pembukuan keuangan usaha tani, sosialisasi pakan alternatif berupa silase, serta penguatan kapasitas kelompok tani melalui pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setiap program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan dirancang agar aplikatif serta ramah lingkungan.
Kegiatan seminar dibuka resmi oleh Kepala Desa Tarowang, Saharuddin Sila, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Hasanuddin sebagai mahasiswa terbaik dari kampus terkemuka di Indonesia Timur.
“Terima kasih untuk adik-adik KKN Tematik Unhas. Untuk bapak ibu sekalian, hadirnya anak-anak mahasiswa KKN di kampung kita menandakan bahwa kita bukan desa biasa, sebab yang hadir di kampung kita adalah mahasiswa terbaik dari kampus terbaik di Indonesia Timur,” jelas Saharuddin Sila.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi Pertanian Gelombang 116, Ahmaddin Palamba, juga menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Tarowang yang telah menerima kami dengan penuh suka cita. Besar harapan kami agar seluruh program kerja yang kami laksanakan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan sektor pertanian di Desa Tarowang. Kami percaya bahwa melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan sambutan yang telah diberikan kepada kami,” pungkas Ahmaddin Palamba.
Inovasi Penyiraman Tanaman di Desa Lebang ManaiSementara itu, di Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi berupa pemanfaatan alat steam sebagai alternatif proses penyiraman tanaman. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kendala penyiraman manual yang memerlukan tenaga besar, waktu lama, dan penggunaan air yang kurang efisien.
Penggunaan alat steam diharapkan mempermudah proses penyiraman dengan lebih efektif dan efisien, sekaligus menghemat tenaga dan waktu petani serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya air.
Inovasi ini merupakan bentuk pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Ke depannya, alat ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan petani agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan demikian, proses penyiraman tanaman di Desa Lebang Manai dapat dilakukan dengan lebih mudah, efisien, dan ramah lingkungan, mendukung kesejahteraan petani setempat. (*)





