Dikenai Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Respons Mengejutkan

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: CEO Nvidia Jensen Huang makan Gulai Tikungan (gultik) di Jakarta. (Dok. Indosat)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara bagian California, Amerika Serikat, tengah berencana menerapkan kebijakan pajak kekayaan bagi kelompok miliarder (wealth tax). Menariknya, salah satu konglomerat kelas dunia sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, mengaku tidak keberatan jika dirinya harus merogoh kocek hingga miliaran dolar demi mematuhi aturan baru tersebut.

Mengutip laporan CNBC Indonesia, kekayaan bos raksasa cip kecerdasan buatan (AI) tersebut tercatat menembus angka sekitar US$155 miliar per 6 Januari. Lonjakan kekayaan yang fantastis ini mengukuhkan posisi Huang sebagai orang terkaya ke-9 di dunia.


Baca: Kebohongan Baru Elon Musk, Dampaknya Tak Main-Main

Rencana regulasi teranyar dari pemerintah California ini menargetkan pajak kekayaan satu kali (one-time wealth tax) sebesar 5% bagi individu yang memiliki aset bersih di atas US$1,1 miliar.

"Saya bahkan tidak pernah memikirkannya," ujar Huang dalam wawancara dengan Bloomberg Tv.

Bahkan, Ia menegaskan bahwa akan membayar berapun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya," sebutnya.

Usulan pajak ini diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan didukung sejumlah legislator progresif AS. Usulan tersebut diperjuangkan oleh anggota parlemen termasuk Rep Ro Khanna, D-Calif dan Senator Bernie Sanders, I-Vt. Skema tersebut menyasar sekitar 200 orang terkaya di California, dengan potensi penerimaan mencapai US$100 miliar.

Hasil dana pajak tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran kesehatan California, yang membengkak setelah pemangkasan belanja federal, serta membiayai pendidikan publik dan program bantuan pangan.

Inisiatif ini harus mendapatkan lebih dari 870.000 tanda tangan untuk bisa masuk ke dalam pemungutan suara di bulan November 2026, di mana para pemilih di California akan memutuskan apakah mereka akan memberlakukannya atau tidak.

Jika berhasil, para miliarder yang saat ini tinggal di California akan dikenai pajak atas semua aset yang bernilai, termasuk saham atau bisnis apa pun yang mereka miliki, terlepas dari apakah mereka akan pindah ke luar California pada tahun 2026.

Dalam proposal tersebut, pajak akan dikenakan atas seluruh aset bernilai ekonomis, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, meskipun wajib pajak pindah dari California setelah awal 2026. Namun, aset properti dikecualikan karena telah dikenakan pajak properti. Pembayaran juga dapat dicicil hingga lima tahun.

Sikap Huang yang santai kontras dengan banyak miliarder lainnya. Sejumlah pengusaha teknologi menyebut pajak kekayaan berpotensi memaksa pendiri perusahaan menjual saham dalam jumlah besar untuk memenuhi kewajiban likuiditas.

Salah satu miliarder pendiri Anduril, Palmer Luckey, misalnya, mengatakan bahwa pajak yang diusulkan akan memaksa para pendiri miliarder untuk menjual sebagian besar perusahaan nya untuk mendapatkan likuiditas yang cukup untuk membayar tagihan pajak mereka.

"Sekarang saya dan rekan-rekan pendiri saya harus mencari uang tunai miliaran dolar," tulisnya dalam sebuah posting pada 28 Desember di platform media sosial X.

Miliarder lain, pemodal ventura dan salah satu pendiri Sun Microsystems Vinod Khosla, menyarankan dalam sebuah posting pada 28 Desember di X bahwa pajak kekayaan akan meyakinkan para miliarder untuk meninggalkan negara bagian tersebut.

Sebaliknya, para pendukung inisiatif pemungutan suara telah menunjukkan studi yang menyanggah gagasan bahwa pajak yang lebih tinggi mengakibatkan migrasi sejumlah besar orang kaya dan bisnis.

Mengutip sebuah artikel pada 26 Desember di The New York Times, para pemimpin bisnis lainnya, termasuk salah satu pendiri Google, Larry Page, dan pemodal ventura Peter Thiel, dilaporkan mempertimbangkan untuk meninggalkan California sebelum akhir tahun 2025 untuk menghindari proposal pajak tersebut.

Namun, baik Page maupun Thiel tidak mengumumkan secara terbuka mengenai perubahan tempat tinggal mereka, dan juru bicara masing-masing miliarder tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebagai informasi, kekayaan Huang sebagia besar berasal dari kepemilikan sekitar 3% saham Nvidia, perusahaan semikonduktor yang kini memiliki valuasi pasar lebih dari US$4,6 triliun, seiring ledakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) global.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prospek Bisnis Pelayaran Saat Prabowo Dorong Produksi Migas RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi-Borgol, DPR Ingatkan Kejagung soal Kesetaraan Hukum
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Febrie Adriansyah Hanya Dititipkan di Rutan KPK, Perkara Tetap Diusut Kejagung
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Beri Insentif Pajak, Impor LPG dan MRO Pesawat Bebas Bea Masuk
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Jubir KPK Pastikan Febrie Adriansyah Tak Ditempatkan di Sel Khusus
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
MUI Minta Zakat Diakui Sebagai Pajak: Umat Islam Bayar Double Tax
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.