Sumarna (40), sekuriti Waduk Jatiluhur, ditemukan tewas mengapung dengan tangan terborgol di area danau Tanggul Kayat, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7). Lokasi itu masih bagian dari Wduk Jatiluhur.
Saat kumparan menengok ke lokasi kejadian pada Sabtu (25/7), garis polisi telah terpasang sepanjang kurang lebih 3 meter.
Di lokasi itu, terdapat satu perahu milik warga yang diketahui telah lama bersandar dan sempat digunakan untuk menyusuri jenazah korban.
Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat pula dermaga tempat bongkar muat hasil tangkapan ikan nelayan di sekitar Waduk Jatiluhur.
Warga setempat, Darmi (53), menyebut korban ditemukan sekitar 3 meter dari daratan dalam posisi nyaris mengambang.
"Ketemunya ada pas pukul 10.00 WIB mah. Pinuh pisan nu ningali (penuh banget yang melihat)," katanya.
Dari kabar yang ia dengar, korban diduga tewas dibunuh setelah sempat menegur sekelompok pemuda yang melakukan aksi vandalisme di area waduk.
"Katanya mah iya (dibunuh) karena negur, tapi obrolan orang mah kadang kita juga nggak bisa mastiin, kan suka dilebih-lebihin," katanya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, I Made Purwantara, menyebut pihaknya masih mengumpulkan sejumlah bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.
"Kondisi korban dalam keadaan terborgol sedang menggunakan seragam, sedang bertugas, informasi tersebut sedang kami dalami. Kemudian pelaku dan motif kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.





