222 Siswa Meriahkan Lomba Melukis Payung Juwiring di Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Dua peserta menunjukkan hasil karya pada Lomba Melukis Payung Tradisional Juwiring di Alun-alun Klaten, Sabtu (26/7/2026). (Sumber: Dok. Pemerintah Kabupaten Klaten)

KOMPAS.TV - Salah satu kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Klaten yang ke-222 adalah Lomba Melukis Payung tradisional Juwiring.

Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten ini, diikuti 222 siswa tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Lomba berlangsung di alun-alun Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026).

Ketua Panitia, Tri Indarti selaku Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Klaten mengatakan, lomba untuk anak-anak ini sebagai bentuk pemihakan Pemkab Klaten agar anak-anak bisa mengekspresikan kreatifitas dalam bentuk lukisan.

Setiap peserta menerima payung kecil berdiameter 60 centimeter dari panitia. Dengan tema Kerajaan Mataram Kuno, para peserta dibebaskan berekspresi dengan cat air di atas payung. Dipilihnya tema tersebut, agar para siswa juga belajar sejarah bahwa di wilayah Klaten ini dulunya pernah berdiri Kerajaan Mataram Kuno.

"Jadi ini melukis sekaligus belajar sejarah bahwa dulu di Klaten ini pernah ada Kerajaan Mataram Kuno,'' tambah Tri Indarti.

Payung hias yang berasal dari Juwiring, Klaten, merupakan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2022 sehingga keterlibatan para siswa sebagai generasi muda, diperkenalkan secara dini agar ikut melestarikan warisan budaya ini.

"Payung hias asal Juwiring ini sudah menjadi salah satu ikon di Klaten dan sudah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Lomba lukis ini sebagai bentuk para generasi muda harus ikut melestarikan kebudayaan tersendiri," kata Tri Indarti.

Waktu yang diberikan panitia untuk para peserta cukup panjang yaitu 2,5 jam untuk menuangkan semua ekspresi lukisnya.

Sebanyak 222 siswa tingkat SD dan SMP mengikuti Lomba Melukis Payung Tradisional Juwiring yang digelar Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222. (Sumber: Dok. Pemerintah Kabupaten Klaten)

Setelah payung selesai dilukis, diserahkan ke panitia dan selanjutnya dipajang dinilai para juri. Penilaian meliputi orisinalitas, komposisi gambar, harmonisasi warna, kreatifitas dan kualitas goresan. Panitia memilih setiap kategori diambil 5 juara yaitu juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 sampai 2.

"Para juara akan menerima tropi, piagam penghargaan, dan sejumlah uang pembinaan," ujarnya.

Penulis : Natalia-Frederica

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Advertorial
  • Klaten
  • Payung Juwiring
  • Warisan Budaya
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rieke Minta Imigrasi Audit Izin Tinggal WNA Komunitas Lari di Bali
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Isyana Sarasvati dan Deretan Musisi Ramaikan Hari Pertama Jazz Gunung Bromo
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
RedTalks di Malang Bahas Peran Parpol, Ideologi, dan Generasi Muda
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Publik Masih Heboh, Febrie Akhirnya Buka Suara Lagi soal Emas 74 Kg
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Serangan Bom di Pos Polisi Pakistan Tewaskan 15 Orang, Termasuk 12 Tentara
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.