Gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang terus memicu lonjakan kasus heatstroke atau serangan panas. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit akibat suhu udara yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi Jepang mencatat, Sabtu (25/7/2026) menjadi hari kelima berturut-turut suhu udara menyentuh ambang “hari yang sangat panas” atau kokushobi, yakni ketika temperatur mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Rentetan tersebut menjadi yang terpanjang sejak pencatatan kategori itu dimulai pada 2011.
Suhu tertinggi tercatat di Kota Mino, Prefektur Gifu, yang mencapai 40,8 derajat Celsius. Kota Tajimi di prefektur yang sama mencatat suhu 40,7 derajat Celsius, sementara Kota Kuwana, Prefektur Mie, mencapai 40,6 derajat Celsius.
Di Prefektur Yamanashi, Kota Kofu juga mencatat suhu tepat 40 derajat Celsius. Ini menjadi kali pertama wilayah di luar kawasan Tokaido menembus batas suhu tersebut.
Tahun ini, Badan Meteorologi Jepang mulai memperkenalkan kategori kokushobi untuk menandai hari-hari dengan suhu ekstrem mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap semakin seringnya gelombang panas melanda negara itu.
Dilansir dari The Japan Times, cuaca panas berkepanjangan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
Ribuan orang dilaporkan mengalami heatstroke dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Peringatan cuaca panas juga telah diberlakukan di sebagian besar prefektur di wilayah barat Kanto.
Pemerintah dan otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, tetap berada di ruangan berpendingin udara, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh sebelum merasa haus guna mencegah dehidrasi dan heatstroke.
Kelompok lansia dan anak-anak diminta mendapat perhatian khusus karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem. (saf/faz)




