Piala AFF 2026 Jadi Ujian Kekuatan Skuad Naturalisasi Timnas Indonesia Jebolan Pra Piala Dunia, Singapura dan Vietnam Siap Mengadang Ambisi Garuda

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 bukan sekadar menjadi ajang perebutan supremasi sepak bola Asia Tenggara bagi Timnas Indonesia. Turnamen ini juga menjadi momentum penting bagi pelatih John Herdman untuk menguji kekuatan skuad yang diproyeksikan menjadi cikal bakal tim menuju agenda internasional berikutnya setelah siklus Piala Dunia 2026.

Dengan komposisi pemain yang didominasi perpaduan pemain naturalisasi dan talenta lokal terbaik, Indonesia datang membawa ekspektasi tinggi. Namun, jalan menuju babak semifinal dipastikan tidak mudah karena Skuad Garuda berada di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura yang tengah bangkit, Kamboja, dan Timor Leste.

Persaingan grup semakin menarik setelah Singapura sukses membuka perjalanan mereka dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Kamboja di Stadion Nasional Morodok Techo, Jumat (24/7).

Meski berhasil mengamankan tiga poin, kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah.

Kamboja tampil berani sejak awal pertandingan dan beberapa kali mampu memberikan tekanan kepada lini belakang The Lions. Namun Singapura lebih dahulu memecah kebuntuan melalui gol Shawal Anuar pada menit ke-22.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Memasuki babak kedua, Kamboja berhasil menyamakan skor lewat gol Sovann Ouk pada menit ke-55 sehingga pertandingan kembali berlangsung terbuka.

Pelatih Singapura kemudian memasukkan Ilhan Fandi pada menit ke-58. Pergantian tersebut terbukti menjadi titik balik permainan.

Putra legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad, itu mampu memberikan energi baru di lini depan sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+11.

Meski menjadi penentu kemenangan, Ilhan mengaku belum puas dengan penampilan timnya.

Menurut penyerang berusia 23 tahun itu, Singapura tampil di bawah standar dan terlalu lambat mengawali pertandingan.

“Saya pikir yang paling penting sekarang adalah mendapatkan tiga poin, tapi kami tahu performa kami jauh di bawah rata-rata. Saya pikir kami memulai pertandingan dengan lambat dan kami mendapat banyak pelajaran,” ujar Ilhan Fandi dalam konferensi pers usai pertandingan.

Ia menilai kemenangan memang penting sebagai modal awal, tetapi performa tim harus meningkat apabila ingin bersaing hingga fase akhir turnamen.

“Kami mendapatkan tiga poin dan pada pertandingan berikutnya harus tampil lebih baik. Karena jika ingin melangkah jauh di turnamen ini, kami harus menunjukkan performa yang lebih baik,” lanjutnya.

Kemenangan atas Kamboja membuat Singapura untuk sementara menempati posisi kedua klasemen Grup A. Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Vietnam pada 31 Juli dalam pertandingan yang diprediksi menjadi penentu persaingan di papan atas grup.

Di sisi lain, Timnas Indonesia masih bersiap menjalani laga perdana menghadapi Kamboja pada 27 Juli di Stadion Pakansari, Bogor.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian pertama bagi John Herdman dalam meramu kekuatan skuad yang dihuni banyak pemain naturalisasi.

Indonesia membawa 26 pemain ke Piala AFF 2026, termasuk 12 pemain naturalisasi yang kini menjadi tulang punggung tim.

Nama-nama seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, Thom Haye, Ivar Jenner, Justin Hubner, Shayne Pattynama, Eliano Reijnders, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, Jens Raven, Mitchell Baker, dan Tim Geypens dipadukan dengan pemain lokal seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, Dony Tri Pamungkas hingga winger PSM Makassar Rizky Eka Pratama.

Komposisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu tim dengan kualitas individu terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Namun, Piala AFF 2026 akan menjadi pembuktian apakah kualitas para pemain tersebut mampu diterjemahkan menjadi permainan kolektif yang solid.

John Herdman sebelumnya menegaskan bahwa timnya mulai menemukan identitas permainan setelah menjalani pemusatan latihan dan laga uji coba. Kini, tantangan sesungguhnya dimulai ketika menghadapi lawan-lawan yang memiliki karakter berbeda.

Vietnam tetap menjadi lawan terberat di grup dengan status juara bertahan dan pengalaman panjang di level regional.

Sementara Singapura menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah pelatih muda Gavin Lee setelah mengawali turnamen dengan kemenangan.

Karena itu, perjalanan Indonesia menuju semifinal dipastikan tidak akan mudah.

Lebih dari sekadar mengejar trofi yang selama ini belum pernah diraih, Piala AFF 2026 menjadi panggung bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan bahwa proyek regenerasi dan naturalisasi yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir mampu menghasilkan tim yang kompetitif.

Jika mampu melewati persaingan ketat di Grup A dan tampil konsisten menghadapi Vietnam maupun Singapura, optimisme publik terhadap masa depan Timnas Indonesia akan semakin besar. Turnamen ini menjadi ujian awal apakah fondasi yang telah dibangun benar-benar siap membawa Skuad Garuda bersaing lebih jauh di level Asia pada tahun-tahun mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Kebakaran Lahan Kosong Terjadi di Cimahi dan Bandung Barat, Termasuk Dekat Jalur Whoosh
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta Disentil Menko Yusril, Dedi Mulyadi: Justru Mencegah Main Hakim Sendiri
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Lontar Kritik ke Kubu Jokowi dan Roy Suryo, Ahmad Khozinudin Ungkap Alasan Sebut Keduanya Pengecut
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Bongkar Alasan Eks Jampidsus Kejagung Tak Kenakan Rompi Tahanan padahal sudah jadi Tersangka
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pihak Ruben Onsu Klaim Masih Membayarkan Tagihan Kartu Kredit Sarwendah
• 10 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.