Stasiun Bekasi melayani 12.852.606 pergerakan pelanggan dari layanan KA jarak jauh dan lokal serta Commuter Line Jabodetabek selama periode semester I-2026.
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan, Stasiun Bekasi melayani 12.852.606 pergerakan pelanggan dari layanan KA jarak jauh dan lokal serta Commuter Line Jabodetabek selama periode semester I-2026. Hal ini mencerminkan besarnya peran stasiun tersebut terhadap aktivitas pelanggan KAI Group.
"Jumlah tersebut meningkat 8,23 persen dibandingkan semester I-2025 yang mencatat 11.875.529 pergerakan pelanggan. Dengan demikian, terdapat tambahan 977.077 pergerakan pelanggan dalam satu tahun," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba melalui keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, Stasiun Bekasi melayani 1.426.728 aktivitas pelanggan selama semester I-2026, terdiri atas 724.122 pelanggan naik dan 702.606 pelanggan turun. Angka tersebut meningkat 11,15 persen dibandingkan semester I-2025 sebanyak 1.283.590 aktivitas pelanggan, yang terdiri atas 650.629 pelanggan naik dan 632.961 pelanggan turun.
Secara rinci, kata dia, jumlah pelanggan KA jarak jauh dan lokal yang naik dari Stasiun Bekasi bertambah 73.493 pelanggan atau 11,30 persen. Jumlah pelanggan yang turun meningkat 69.645 pelanggan atau 11,00 persen.
Perkembangan serupa terjadi pada layanan Commuter Line. Selama semester I-2026, Stasiun Bekasi melayani 11.425.878 aktivitas pelanggan Commuter Line, terdiri atas 5.812.326 gate in dan 5.613.552 gate out.
Jumlah tersebut meningkat 7,87 persen dibandingkan semester I-2025 sebanyak 10.591.939 aktivitas, yang terdiri atas 5.445.065 gate in dan 5.146.874 gate out. Terdapat tambahan 833.939 aktivitas pelanggan Commuter Line dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan pada kedua layanan menunjukkan bahwa Stasiun Bekasi memiliki fungsi penting dalam ekosistem transportasi KAI Group. Stasiun ini menjadi titik keberangkatan dan kedatangan perjalanan antarkota, sekaligus mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah Jabodetabek," katanya.
Penggunaan Commuter Line dari Stasiun Bekasi menunjukkan kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pelanggan yang melakukan gate in tercatat sebanyak 7.076.475 pelanggan pada 2022, kemudian meningkat menjadi 9.426.792 pelanggan pada 2023. Pada 2024, jumlah gate in kembali meningkat menjadi 10.847.952 pelanggan, kemudian mencapai 11.413.926 pelanggan pada 2025.
Pertumbuhan gate in tercatat sebesar 33,21 persen pada 2023, kemudian 15,08 persen pada 2024, dan 5,22 persen pada 2025. Dalam tiga tahun, jumlah pelanggan yang masuk melalui Stasiun Bekasi bertambah sekitar 4,34 juta pelanggan atau 61,30 persen dibandingkan 2022.
Sementara itu, layanan KA jarak jauh dan lokal di Stasiun Bekasi sepanjang 2025 melayani 2.615.271 aktivitas pelanggan, terdiri atas 1.329.456 pelanggan naik dan 1.285.815 pelanggan turun.
Perkembangan tersebut memperlihatkan kebutuhan masyarakat terhadap stasiun yang lebih mudah dijangkau, memiliki kapasitas pelayanan yang memadai, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi serta pusat kegiatan di sekitarnya.
Maka itu, pengembangan Stasiun Bekasi Ekstensi memiliki arti penting karena Stasiun Bekasi mempertemukan dua karakter mobilitas dalam satu kawasan, yaitu perjalanan antarkota menggunakan KA jarak jauh dan lokal serta perjalanan rutin masyarakat menggunakan Commuter Line Jabodetabek.
"Stasiun Bekasi melayani kebutuhan perjalanan yang sangat beragam. Pelanggan memanfaatkannya untuk menuju tempat kerja, sekolah, pusat kegiatan ekonomi, mengunjungi keluarga, hingga melanjutkan perjalanan antarkota. Pengembangan akses stasiun diharapkan membuat perjalanan tersebut semakin mudah dan terhubung," kata Anne.
(Dhera Arizona)





