Pantau - Bupati Kaur Gusril Pausi menegaskan pembangunan infrastruktur menuju sentra durian dan kelapa sawit Cawang Kidau di Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Akses Jalan dan Jembatan Dinilai MendesakGusril Pausi mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta anggota DPR RI dan DPD RI asal Bengkulu dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan jalan dan jembatan menuju kawasan sentra perkebunan.
"Hamparan perkebunan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sangat besar. Potensi ini harus kita dukung dengan pembangunan infrastruktur," ungkap Gusril Pausi.
Ia menjelaskan Padang Guci Hulu memiliki potensi besar sebagai kawasan budidaya durian premium di Kabupaten Kaur bahkan Provinsi Bengkulu.
Namun, hasil panen masyarakat masih diangkut secara bertahap menggunakan sepeda motor karena kondisi jalan belum memadai dan akses masih bergantung pada jembatan gantung.
Kendaraan roda empat yang mampu mengangkut hasil panen dalam jumlah besar juga kesulitan melintas karena kawasan tersebut hanya dapat dilalui mobil berpenggerak empat roda atau truk.
Kendaraan juga harus menyeberangi Sungai Air Padang Guci karena belum tersedia jembatan permanen.
Saat debit sungai meningkat, kendaraan kecil tidak dapat melintas sehingga distribusi hasil perkebunan sering terhambat.
Sentra Durian dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi WargaSelain menjadi kawasan pengembangan durian premium, Cawang Kidau juga dikenal sebagai salah satu sentra durian lokal terbesar di Kabupaten Kaur.
Setiap musim panen, kawasan tersebut menghasilkan ratusan ton durian yang dipasarkan ke berbagai daerah.
Wilayah itu juga memiliki potensi perkebunan kelapa sawit dengan produksi ratusan ton tandan buah segar setiap bulan yang dikirim ke pabrik pengolahan.
Gusril mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan menuju kawasan perkebunan tersebut.
"Kalau hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah, tentu akan sangat sulit, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini," ungkapnya.




