Kolaborasi antar Sektor Jadi Kunci Perkuat Pariwisata Indonesia

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Industri pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan devisa, lapangan kerja, serta penguatan UMKM. 

Namun, sektor ini kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, meningkatnya harga bahan bakar pesawat, hingga naiknya biaya perjalanan yang berdampak pada wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata. 

Baca Juga :
Pacu Gairah Masyarakat Lakukan Perjalanan, TikTok GO Hadirkan Laman #PromoTravelTengahTahun
Bebas Visa Kunjungan Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia di Tengah Kompetisi Global

Di tengah kondisi tersebut, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar industri pariwisata tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

"Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata atau aktivitas ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan nilai bersama bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional agar setiap kebijakan dan kolaborasi yang dibangun mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata Indonesia," ujar Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, di Jakarta baru-baru ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyebut bahwa perguruan tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia, penelitian dan riset. 

"Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Begitu juga dalam melahirkan inovasi melalui riset yang akan mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia," kata Kurniasih.

Kurniasih menjelaskan berdasarkan data, pada tahun 2024 sektor perjalanan dan pariwisata menyumbang sekitar 5,1 persen terhadap erhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Industri ini juga menciptakan sekitar 12,9 juta lapangan kerja dan menarik sekitar 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional dengan prospek yang terus berkembang. Di tengah pertumbuhan tersebut, wisata halal atau wisata ramah Muslim muncul sebagai salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Mengutip laporan dari Global Muslim Travel Index (GMTI), ia menyebut jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 176 juta perjalanan pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 245 juta perjalanan pada 2030 dengan nilai belanja lebih dari 230 miliar dolar AS.

Baca Juga :
Wamendagri Bima Arya Dorong Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi
Bukan Malioboro! Ini Wisata 'Hidden Gem' Yogyakarta yang Belum Banyak Pengunjung
Liburan ke Bali Saat Hari Galungan, Ini Deretan Destinasi Favorit untuk Wisatawan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diterima di Kedokteran Unair, Hafiz Tetap Pilih Ikut Seleksi Taruna Akpol
• 3 jam laludetik.com
thumb
DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji
• 15 menit lalutvonenews.com
thumb
Pengaruh Penggunaan Gawai Berlebihan terhadap Keterlambatan Perkembangan Bahasa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bernardo Tavares Menyiapkan Rotasi Persebaya untuk Hadapi Persija pada Laga Perdana Piala Presiden 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Febrie Adriansyah Belum Diizinkan Dijenguk, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.