PLN Indonesia Power Tanam 15 Ribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai untuk Perkuat Konservasi Lingkungan

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PLN Indonesia Power menanam 15 ribu bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan.

Penanaman Mangrove Libatkan Pemerintah dan Masyarakat

Kegiatan penanaman dilakukan bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran PLN, serta masyarakat setempat.

Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Bali Made Hartayasa mengatakan perusahaan tidak hanya berkomitmen menyediakan energi listrik yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Hari ini, kami menanam kurang lebih 15 ribu pohon mangrove. Kami tidak hanya menyediakan energi listrik yang andal, ramah lingkungan, tetapi kami juga berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya, memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat."

Made menjelaskan PLN Indonesia Power telah mendampingi kelompok mitra binaan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang sejak 2020 melalui program konservasi, pemberdayaan nelayan, kelompok perempuan, generasi muda, dan pengembangan ekowisata.

Sebanyak 15 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata akan ditanam secara bertahap di kawasan Tahura Ngurah Rai yang memiliki luas sekitar 1.373,5 hektare dengan metode penanaman hasil inovasi kelompok mitra binaan.

Konservasi Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir

PLN Indonesia Power menegaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan agar seluruh bibit dapat tumbuh dan menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Program konservasi itu melibatkan sekitar 41 nelayan dan sekitar 250 warga yang terdiri atas nelayan, kelompok perempuan, dan pemuda.

Masyarakat juga didorong mengembangkan produk hasil hutan bukan kayu mangrove, seperti sirup dan stik mangrove, serta mengelola ekowisata berbasis konservasi.

Menurut Made Hartayasa, program tersebut telah meningkatkan kualitas ekosistem mangrove, membantu menambah hasil tangkapan nelayan, serta memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui aktivitas ekowisata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, Pengembangan Kasus Bupati Rejang Lebong
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkab Lamsel distribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
LeBron James Hadapi Dilema Sebelum Pilih Bergabung dengan Philadelphia 76ers
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Desakan Agar Tak Ada Perlakuan Istimewa untuk Febrie Adriansyah
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Timnas Indonesia Fokus Hadapi Kamboja, John Herdman Tegaskan Skuad Garuda Tak Akan Meremehkan Lawan di Piala AFF 2026
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.