TABLOIDBINTANG.COM - Hari Anak Nasional menjadi momen istimewa bagi Puteri Anak Indonesia Pendidikan, Audellya Ambara Harsono, untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak pesisir. Melalui program Books of Hope, Audellya membagikan ratusan buku berbahasa Inggris yang dibawanya dari Amerika Serikat kepada anak-anak nelayan di Taman Anak Pesisir yang dibentuk oleh Bang Aceng.
Putri kedua pasangan Reza Antartika Harsono dan Febrina Ayulestari Wuisan itu mengaku sengaja memilih Hari Anak Nasional sebagai waktu pelaksanaan kegiatan karena ingin menjadikan buku sebagai hadiah bagi anak-anak Indonesia.
"Alasan aku kasih buku-buku ke anak pesisir di Hari Anak Nasional itu karena aku pikir ini kayak ulang tahun besar untuk anak-anak. Bukunya itu hadiah untuk anak-anaknya," ujar Audellya.
"Hari Anak Nasional itu gede banget. Ini untuk merayakan semua anak. Mereka hebat, mereka pintar, dan mereka semua penting. Itu kayak hadiah ulang tahun untuk semua anak-anak teman pesisir," lanjutnya.
Antusiasme anak-anak terlihat sejak pembagian buku dimulai. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan buku pilihan masing-masing. Momen tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi Audellya.
"Waktu aku membagikan buku-buku ke semua anak-anak disana, mereka senang sekali. Semuanya mau. Mereka kayak 'aku mau, kasih aku dong please'. Mereka baris, dari belakang pada lihat-lihat 'oh itu aku nanti dapat buku apa ya'. Lucu banget mereka semua hati-hati megang bukunya," ceritanya.
Ia juga merasa bahagia karena banyak anak langsung membuka dan membaca buku yang baru diterima.
"The best thing for me adalah di Hari Anak Nasional. Habis mereka dapat, mereka langsung baca. Mereka pasti senang banget dapat buku baru bahasa Inggris. Bisa belajar bahasa baru juga," tambahnya.
Tak hanya membagikan buku, Audellya mengajak anak-anak belajar bahasa Inggris melalui permainan dan lagu agar proses belajar terasa menyenangkan.
"Selain bagi buku, anak-anak juga bisa belajar bahasa Inggris dari aktivitas. Kita nyanyi lagu-lagu bahasa Inggris, terus mengartikan kata kecil dalam bahasa Inggris," kata Audellya.
Lagu Head Shoulders Knees and Toes serta If You're Happy and You Know It menjadi media belajar kosakata sambil bergerak. Anak-anak juga dikenalkan dengan berbagai kata sederhana seperti table, chair, dan t-shirt.
"Kita juga sebutin kata bahasa Inggris kayak meja = table, kursi = chair, kaos = t-shirt. Lewat lagu dan gerak mereka nggak ngerasa lagi belajar. Rasanya lagi main, tapi kosakatanya masuk," jelasnya.
Program Books of Hope bukanlah kegiatan pertama yang dijalankan Audellya. Sebelumnya, ia juga telah membagikan buku di sekolah kolong jembatan di Jakarta Utara. Baginya, kesempatan bermain dan belajar bersama anak-anak menjadi kenangan yang paling berharga.
"Pengalaman paling berkesan dari kedua kegiatan itu pasti bagi buku-bukunya dan main sama anak-anaknya. Itu bikin memory. Satu hal yang tidak bisa dilupakan," ujarnya.
Melalui program tersebut, Audellya memiliki tiga harapan untuk anak-anak penerima buku, yakni rajin membaca, belajar bahasa Inggris dari buku yang dimiliki, serta berani menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sederhana.




