Melihat SDN Cipete Utara 01 yang Pembangunannya Molor, Kini Akan Digas Pemprov

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pembangunan Gedung SDN Cipete Utara 01, Jakarta Selatan, belum juga rampung. Pembangunan ini disorot karena dinilai molor.

Pantauan kumparan di lokasi, Minggu (26/7), terlihat bangunan sekolah masih dalam tahap penyelesaian. Namun, aktivitas konstruksi tidak terlihat.

Tak tampak pekerja yang sedang melakukan pekerjaan di area proyek. Bangunan berwarna krem itu telah berdiri setinggi 4 lantai. Di bagian dalam, masih terlihat sejumlah alat berat serta material bangunan seperti semen, pasir, dan kerangka besi.

Meski begitu, Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan (UPPSP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ephraem Widjojo Sianturi, memastikan proses pembangunan masih berlangsung.

“Pekerjaan pembangunan SDN Cipete Utara 01 masih berlangsung,” kata Ephraem kepada kumparan, Minggu (26/7).

Namun, ia tak merinci kapan proses pembangunan selesai. Ia hanya mengatakan pihaknya berupaya menuntaskan proyek tersebut secepat mungkin.

“Untuk penyelesaian kami upayakan secepatnya,” ujarnya.

Selama gedung sekolah belum dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa dipindahkan ke SDN Cipete Utara 09 yang jaraknya berkisar 1,6 km.

“KBM tetap berjalan di SDN Cipete Utara 09,” kata Ephraem.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan SDN Cipete Utara 01 akan segera dirampungkan. Menurut Pramono, proyek tersebut semula hanya ditujukan untuk membangun gedung baru SDN Cipete Utara 01. Namun, di tengah proses pelaksanaan muncul rencana mengubah proyek menjadi bangunan mixed use hingga 20 lantai.

"Hal yang berkaitan dengan di Cipete, jadi di Cipete itu awalnya untuk renovasi atau membangun sekolah baru untuk SD Negeri 01 Cipete Utara. Di tengah jalan kemudian ada keinginan untuk mixed use, membangun ke atas sampai dengan 20 lantai,” kata Pramono usai meninjau pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Ia mengatakan, rencana tersebut kemudian berubah lagi setelah kontraktor berganti. Proyek akhirnya difokuskan hanya untuk pembangunan gedung sekolah. Namun, pengerjaannya tetap tidak selesai hingga melewati batas waktu yang ditetapkan.

“Tetapi dalam perjalanannya, kontraktornya berubah lagi untuk membangun hanya SD Negeri itu. Waktunya, time-nya sudah selesai, sudah lewat,” ujarnya.

Karena itu, Pramono memutuskan pembangunan SDN Cipete Utara 01 menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Sementara itu, rencana pembangunan gedung mixed use dipastikan tidak dilanjutkan.

“Maka saya kemarin memutuskan, sudah kita selesaikan SD-nya dulu. Untuk mixed use-nya tidak kita lanjutkan. Nanti untuk urusan mixed use-nya itu urusan yang lain. Tapi yang paling penting adalah SD Negeri 1 Cipete akan bisa segera diselesaikan,” tegas Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Tegaskan Narasi Denda Baru Rp250 Ribu untuk Ban Gundul adalah Hoaks
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Santuy Meski Dihujani Kritik Usai Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Saya Tidak Salah!
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Produsen Transmisi Mobil Garap Pasar Aftermarket RI, Bawa Merek TRW
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Royal Dinner di UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebakaran Lahan di Pulang Pisau Kembali Meluas, Pemadaman Terkendala Air
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.