Kisah 2 Pemuda Papua, Balik Kampung Bangun Kawasan Ekonomi Lewat Tim Ekspedisi Patriot 2026

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Di banyak tempat, anak muda bermimpi meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik di kota-kota besar. Namun, pilihan itu tidak berlaku bagi Alexsander Leo Letsoin dan Dwi Sanjaya Rahayu Ohee.

Ketika kesempatan datang melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, keduanya justru memilih kembali ke pelosok Papua untuk mengabdikan ilmu, tenaga, dan harapan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Bagi mereka, Papua bukan sekadar tempat lahir. Papua adalah rumah yang ingin mereka bangun bersama.

BACA JUGA:Hasil Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Diumumkan, 1.230 Peserta Lolos dari 10.359 Pendaftar

Alexsander, pemuda asal Merauke, Papua Selatan akan bertugas di Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Lulusan Universitas Musamus Merauke ini mengaku menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot bukan sekadar mengikuti program pemerintah, tetapi kesempatan untuk mengambil peran nyata dalam perubahan.

"Saya tidak ingin hanya menjadi penonton perubahan. Saya ingin menjadi bagian dari tim yang bergerak, membantu masyarakat, dan menciptakan cerita keren untuk Indonesia," ujarnya.

Lahir dan besar di ujung timur Indonesia membuat Alexsander memahami betul tantangan hidup masyarakat Papua. Keterbatasan akses, peluang ekonomi yang belum merata, hingga minimnya pendampingan bagi pelaku usaha kecil menjadi realitas yang ingin ia bantu ubah.

BACA JUGA:Mentrans Pastikan Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Transparan dan Tanpa Titipan

Karena itu, sebelum berangkat, ia telah menyiapkan program kerja yang berfokus pada penguatan UMKM masyarakat. Menurutnya, usaha kecil yang dikelola dengan baik mampu menjadi pintu masuk bagi meningkatnya kesejahteraan keluarga di kawasan transmigrasi.

"Saya ingin membantu usaha masyarakat menjadi lebih berkembang. Dari situ, masyarakat bisa lebih mandiri," kata Alexsander.

Persiapan keberangkatannya pun tidak rumit. Sebagai anak Papua, ia telah terbiasa dengan kondisi alam setempat. Namun, satu hal yang tak pernah luput dari tasnya adalah obat antimalaria.

"Yang paling penting saya siapkan adalah obat malaria karena risikonya cukup tinggi di beberapa wilayah Papua," ujar pemuda usia 23 tahun itu.

BACA JUGA:Tim Ekspedisi Patriot 2026 Tembus 10.539 Peserta, Mentrans: Kami Ingin The Best of The Best

Semangat serupa juga terpancar dari Dwi Sanjaya Rahayu Ohee, dara kelahiran Jayapura lulusan Politeknik Negeri Jember. Bersama timnya, ia akan ditempatkan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Anggota Polda Jabar yang Intimidasi Satpam di Bundaran HI Diproses Kode Etik
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Polda Jabar soal Anggota Terlibat Kasus Alphard Terobos Lampu Merah: Cukup Bukti Langgar Kode Etik
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kaesang Mau Nyaleg dari Dapil Puan Maharani di Pemilu 2029, Ini Kata Ganjar
• 17 menit laluviva.co.id
thumb
Tarif Tiga Tol di Pulau Jawa Bakal Naik Tahun Ini, Berikut Daftarnya
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.