HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA –Piala Presiden 2026 langsung menyuguhkan pertandingan yang sarat gengsi sejak pekan pertama. Persebaya Surabaya akan menjamu Persija Jakarta pada laga pembuka turnamen pramusim yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7) malam.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin di fase awal turnamen. Lebih dari itu, duel Green Force melawan Macan Kemayoran menjadi panggung pertama bagi dua pelatih dengan karakter dan filosofi sepak bola yang berbeda, Bernardo Tavares dan Shin Tae-yong.
Bagi Persebaya, laga ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan sejauh mana proses pembangunan skuad berjalan setelah melakukan perombakan besar pada bursa transfer. Sementara bagi Persija, pertandingan tersebut merupakan awal dari era baru di bawah komando Shin Tae-yong, pelatih yang sebelumnya identik dengan Timnas Indonesia.
Sorotan tentu mengarah kepada pertarungan taktik kedua pelatih.
Mengacu pada data Transfermarkt, Bernardo Tavares dikenal konsisten menggunakan formasi 4-3-3 yang mengandalkan keseimbangan permainan, penguasaan bola, serta agresivitas kedua pemain sayap. Di sisi lain, Shin Tae-yong lebih nyaman memainkan pola 3-4-3 yang menitikberatkan fleksibilitas, intensitas pressing, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Perbedaan pendekatan tersebut diprediksi akan membuat pertandingan berlangsung menarik sejak menit awal. Persebaya kemungkinan akan mencoba menguasai permainan melalui sirkulasi bola dan dominasi lini tengah, sedangkan Persija berpeluang memanfaatkan kecepatan transisi untuk menghukum setiap kesalahan lawan.
Meski baru memasuki fase pramusim, duel ini dinilai memiliki nilai strategis bagi kedua klub yang sama-sama diproyeksikan menjadi kandidat kuat peraih gelar Super League 2026/2027.
Bagi Bernardo Tavares, Persija bukanlah lawan yang asing. Selama berkarier di Indonesia, pelatih asal Portugal tersebut telah delapan kali berhadapan dengan Macan Kemayoran.
Statistik memperlihatkan rekor yang cukup berimbang. Dari delapan pertemuan, Tavares mencatat dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Artinya, persentase kemenangan Tavares atas Persija sejauh ini berada di angka 25 persen.
Menariknya, seluruh kemenangan tersebut lahir pada musim 2025 ketika dirinya masih menangani PSM Makassar.
Ada satu benang merah dari dua kemenangan tersebut. Saat itu, lini belakang PSM dipimpin oleh bek asal Tanjung Verde, Yuran Fernandes, yang tampil sebagai pemimpin pertahanan sekaligus motor organisasi permainan dari belakang.
Kini, Yuran justru telah berseragam Persebaya.
Kehadiran bek berpengalaman tersebut diyakini menjadi salah satu alasan mengapa Tavares optimistis mampu mempercepat proses adaptasi tim barunya. Yuran bukan hanya memahami metode latihan sang pelatih, tetapi juga telah terbukti mampu menerjemahkan filosofi permainan yang diinginkan Tavares di atas lapangan.
Meski demikian, Tavares memilih untuk tidak membebani timnya dengan target berlebihan pada turnamen ini.
Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan bahwa fokus utama Persebaya saat ini bukan sekadar mengejar hasil pertandingan, melainkan membangun fondasi permainan yang solid menjelang bergulirnya Super League.
Menurutnya, Piala Presiden menjadi laboratorium ideal untuk mengukur perkembangan tim setelah menjalani persiapan pramusim.
“Turnamen ini memberi kami kesempatan untuk memainkan pertandingan kompetitif, karena target utama kami saat ini adalah membangun tim. Kami memiliki banyak pemain baru, bahkan ada yang setelah sepekan berlatih bersama masih belum mengenal seluruh rekan setimnya,” ujar Tavares dikutip dari situs resmi Persebaya.
Ia menjelaskan bahwa membangun chemistry tidak dapat dilakukan secara instan.
Banyaknya pemain baru membuat proses adaptasi berlangsung secara bertahap. Para pemain masih mempelajari filosofi permainan yang diinginkan pelatih, memahami peran masing-masing, hingga membangun komunikasi antarlini yang menjadi fondasi permainan sebuah tim.
Karena itu, hasil pertandingan memang penting, tetapi kualitas permainan dan perkembangan kolektif tim menjadi indikator yang jauh lebih berharga bagi Persebaya pada fase awal musim ini.
Di kubu lawan, optimisme juga terpancar dari Shin Tae-yong.
Setelah beberapa waktu meninggalkan sepak bola Indonesia usai menukangi Timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan tersebut kini kembali dengan tantangan berbeda sebagai arsitek Persija Jakarta.
Bagi STY, kembali ke Indonesia menghadirkan suasana yang penuh antusiasme.
Ia mengaku senang dapat kembali bertemu para pencinta sepak bola Tanah Air. Meski begitu, mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut menyadari bahwa Persija belum berada dalam kondisi ideal menjelang pertandingan perdana.
Shin mengungkapkan dirinya sebenarnya telah memiliki gambaran mengenai sebelas pemain pertama yang akan diturunkan menghadapi Persebaya. Namun keputusan akhir tetap akan ditentukan setelah melihat kondisi fisik seluruh pemain hingga menjelang kick-off.
“Tentu saja, saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan para pencinta sepak bola Indonesia. Saya pun senang bisa menjadi pelatih di Persija, bukan lagi di timnas. Kami akan menjalani pertandingan melawan Persebaya. Memang persiapan kami untuk pertandingan itu belum terlalu sempurna, tetapi kami tetap akan bekerja keras,” ujar STY dikutip dari situs resmi Persija.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persija juga masih berada dalam tahap pembentukan identitas permainan.
Dengan materi pemain yang mengalami perubahan dan filosofi baru yang mulai diterapkan, Shin Tae-yong membutuhkan waktu agar seluruh elemen tim dapat menjalankan sistem permainan yang diinginkannya secara maksimal.
Karena itu, duel di Gelora Bung Tomo bukan hanya menjadi pertarungan dua klub besar, melainkan juga pertarungan dua proyek besar yang tengah dibangun menuju musim kompetisi baru.
Bagi Persebaya, kemenangan akan menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus bukti bahwa proses adaptasi berjalan sesuai rencana.
Sementara bagi Persija, hasil positif akan menjadi modal penting untuk mempercepat implementasi filosofi Shin Tae-yong kepada para pemain.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dipastikan dipenuhi dukungan Bonek, serta adu strategi dua pelatih berpengalaman, laga pembuka Piala Presiden 2026 diprediksi berlangsung sengit.
Di atas kertas, pertandingan ini memang hanya bagian dari turnamen pramusim. Namun dalam konteks yang lebih luas, duel Persebaya kontra Persija bisa menjadi gambaran awal mengenai kesiapan dua kandidat kuat penantang gelar Super League 2026/2027.
Siapa yang mampu memanfaatkan momentum pertama musim ini akan memperoleh keuntungan psikologis yang sangat berharga sebelum kompetisi resmi bergulir. Itulah yang membuat pertandingan antara Green Force dan Macan Kemayoran layak disebut sebagai salah satu laga paling dinantikan pada awal musim sepak bola Indonesia.
Siaran langsung dapat disaksikan di vidio dan Indosiar pukul 19.00 WIB





