Yogyakarta (ANTARA) - Warga perantauan asal Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Utara, Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY dan kelompok lainnya menggelar pawai budaya di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, sebagai upaya melestarikan budaya Nusantara sekaligus mengampanyekan nilai toleransi.
Ketua Pembina Pesona Budaya Sumatera Utara untuk Indonesia Istimewa Dewanto P. Siregar, di Yogyakarta, Minggu, mengatakan pawai budaya bertajuk "Menjaga Warisan, Merayakan Keberagaman" itu diikuti sekitar delapan etnis asal Sumatera Utara.
"Melibatkan delapan kontingen etnis utama dari Sumatera Utara yang meliputi Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Nias, dan Melayu," katanya.
Pawai budaya dipusatkan di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari kawasan DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret atau Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Menurut Dewanto, kegiatan tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya Nusantara sekaligus mempererat persaudaraan antara warga perantauan asal Sumatera dengan masyarakat Yogyakarta.
"Acara ini untuk merawat warisan Nusantara serta mempererat tali persaudaraan antara warga perantauan dengan masyarakat lokal Yogyakarta," ujarnya.
Baca juga: Pawai budaya ramaikan pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta
Selain itu, pawai budaya juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Sumatera Utara dengan lokasi penyelenggaraan yang berada di pusat Kota Yogyakarta pada akhir pekan dinilai menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan dari berbagai wilayah.
"Melalui event budaya ini secara tidak langsung sudah membawa nama daerah dan nama masyarakat Batak di mata wisatawan yang ada di Yogyakarta," katanya.
Ia juga mengajak seluruh warga perantauan asal Sumatera Utara untuk terus menjunjung tinggi nilai toleransi di mana pun berada.
"Semuanya membaur menjadi satu, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," ucapnya.
Menurut dia, penyelenggaraan pawai budaya tersebut turut mendukung terciptanya suasana yang aman dan nyaman di Yogyakarta.
"Budaya kita adalah pemersatu bangsa, yaitu Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Yogyakarta Kolonel Laut (P) Hendra Siregar berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara maupun Yogyakarta, terutama dalam memperkuat toleransi dan menjaga kondusivitas daerah.
"Tentu ini selaras dengan arahan Gubernur DIY agar selalu menjaga wilayah DIY tetap kondusif bagi seluruh masyarakat," katanya.
Baca juga: Pesona Nusantara Bekasi Keren galang bantuan untuk Sumatera
Ketua Pembina Pesona Budaya Sumatera Utara untuk Indonesia Istimewa Dewanto P. Siregar, di Yogyakarta, Minggu, mengatakan pawai budaya bertajuk "Menjaga Warisan, Merayakan Keberagaman" itu diikuti sekitar delapan etnis asal Sumatera Utara.
"Melibatkan delapan kontingen etnis utama dari Sumatera Utara yang meliputi Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Nias, dan Melayu," katanya.
Pawai budaya dipusatkan di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari kawasan DPRD DIY hingga Monumen Serangan Umum 1 Maret atau Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Menurut Dewanto, kegiatan tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya Nusantara sekaligus mempererat persaudaraan antara warga perantauan asal Sumatera dengan masyarakat Yogyakarta.
"Acara ini untuk merawat warisan Nusantara serta mempererat tali persaudaraan antara warga perantauan dengan masyarakat lokal Yogyakarta," ujarnya.
Baca juga: Pawai budaya ramaikan pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta
Selain itu, pawai budaya juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Sumatera Utara dengan lokasi penyelenggaraan yang berada di pusat Kota Yogyakarta pada akhir pekan dinilai menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan dari berbagai wilayah.
"Melalui event budaya ini secara tidak langsung sudah membawa nama daerah dan nama masyarakat Batak di mata wisatawan yang ada di Yogyakarta," katanya.
Ia juga mengajak seluruh warga perantauan asal Sumatera Utara untuk terus menjunjung tinggi nilai toleransi di mana pun berada.
"Semuanya membaur menjadi satu, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," ucapnya.
Menurut dia, penyelenggaraan pawai budaya tersebut turut mendukung terciptanya suasana yang aman dan nyaman di Yogyakarta.
"Budaya kita adalah pemersatu bangsa, yaitu Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Yogyakarta Kolonel Laut (P) Hendra Siregar berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Utara maupun Yogyakarta, terutama dalam memperkuat toleransi dan menjaga kondusivitas daerah.
"Tentu ini selaras dengan arahan Gubernur DIY agar selalu menjaga wilayah DIY tetap kondusif bagi seluruh masyarakat," katanya.
Baca juga: Pesona Nusantara Bekasi Keren galang bantuan untuk Sumatera





