JAKARTA - Mantan Duta Besar RI untuk Mesir Bachtiar Aly telah tutup usia di RS Fatmawati, Jakarta pada Minggu (26/7/2026) pukul 20.46 WIB. Kabar berpulangnya mantan legislator dan kader Partai NasDem kelahiran Banda Aceh ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.
"Benar (Bachtiar Aly meninggal dunia)," kata Hermawi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (26/7/2026).
Pria kelahiran 21 Desember 1949 yang akrab disapa Aly ini merupakan Duta Besar Indonesia untuk Mesir tahun 2002–2005. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dan menjadi penasihat ahli Kapolri.
Masa kecil sampai remaja Aly dihabiskan di Banda Aceh. Ia menyelesaikan TK sampai SMP-nya di Banda Aceh. Lulus dari SLTP 1 Banda Aceh, ia hijrah ke kota Bandung, Jawa Barat. Di Bandung ia menyelesaikan SMA di SMA YPU, hingga memperoleh gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik, Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Baca Juga:PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang PribadiAly menyelesaikan Strata 2 dan 3-nya di Jerman. Sejak sekolah dan kuliah, Bachtiar Aly sudah aktif di berbagai organisasi. Keahlian dan keterampilan kepemimpinan yang dimilikinya dipercaya oleh berbagai organisasi untuk menjadi instruktur bidang Student Leadership dan memberi pelatihan di berbagai negara: Kairo (1976), Athena (1976), London (1979), dan Paris (1980).
Ia menerima penghargaan Besondere Auszeichnung (Anugerah Istimewa) dari Rektor Universitas Muenster atas prestasi terbaik lulus doktor dengan predikat summa cum laude (pujian tertinggi) untuk pertama kali yang diberikan kepada warga negara asing sejak Philosophische Fakultaet Westfaelische Wilhelms Universitaet mewisuda sarjana di tahun 1939.
Tak hanya itu, Aly memiliki banyak pengalaman parlementaria. Pada 29 Juli 1983 ia menjadi Tim Ahli FKP DPR RI selama hampir satu tahun. Kemudian, per 24 Juli 1998 mengucapkan sumpah sebagai Anggota DPR/MPR RI.
Selama berada di Senayan pada masa Reformasi, ia berkiprah sebagai Anggota BP-MPR RI. Sebagai anggota Komisi I, ia dipercayakan di berbagai instrumen legislatif seperti Floor Leader, Tim Lobi, pansus, tim inti pada UU Pers No. 40, UU HAM, UU Hubungan Luar Negeri, salah seorang inisiator UU Penyelenggaraan Daerah Istimewa Aceh (UU No. 44), dan lain-lain.
Baca Juga:Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro JayaBerbagai jabatan prestisius pernah ia duduki dalam rangka pengabdian bagi bangsa Indonesia. Ia pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Mesir (2002–2005) di samping berbagai jabatan politik lain yang pernah diembannya.
Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI dan menjadi penasihat di berbagai organisasi profesi seperti KADIN dan sejenisnya. Ia adalah Widyaiswara Caraka Muda Puslitbang Deplu untuk mata kuliah Pembentukan Public Opinion dan Komunikasi Antarbudaya (1997–sekarang).
Partai NasDem menempatkan Bachtiar Aly di Komisi I yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika DPR RI setelah memenangkan suara di Dapil Aceh I. Sebagai Ketua Dewan Pakar di Partai NasDem dengan keahlian yang dimilikinya dalam bidang komunikasi dan hubungan luar negeri, posisi ini dirasa tepat diduduki oleh Bachtiar Aly.




