jpnn.com - JAKARTA - Korps Pasukan Gerak Cepat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Kopasgat TNI AU) menuntaskan pelatihan antiteror di lingkungan bandara. Pelatihan itu digelar untuk meningkatkan kemampuan personel menghadapi ancaman terorisme dan pembajakan pesawat.
Pelatihan berlangsung pada 29 Juni hingga 24 Juli 2026 di Wing Pendidikan 800 Pasgat, Bandung, Jawa Barat. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan penyedia jasa pelatihan pertahanan asal Inggris, Sovereign Tactical Training (UK).
BACA JUGA: Prajurit Paskhas TNI AU Jaga Aktivitas Lapangan Terbang Balinggama
"Materi yang diberikan meliputi langkah-langkah pencegahan, penanganan, hingga respons terhadap situasi krisis di lingkungan penerbangan," kata I Nyoman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (27/7).
Selain pembekalan materi, personel Kopasgat juga menjalani berbagai simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme dan pembajakan pesawat. Namun, TNI AU tidak memerinci materi simulasi yang diberikan.
BACA JUGA: Rumah Jampidsus Dijaga Puluhan Prajurit TNI, Ada Apa?
I Nyoman mengatakan seluruh rangkaian pelatihan berlangsung dengan aman dan lancar sesuai standar keamanan yang berlaku. Dia berharap kemampuan personel Korpasgat semakin meningkat sehingga mampu menjalankan misi antiteror di kawasan bandara secara profesional dan adaptif.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan terwujud prajurit TNI Angkatan Udara yang profesional dan adaptif dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, sehingga mampu mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara secara optimal," katanya. (antara/jpnn)
BACA JUGA: Mengasah Kemampuan Tempur, Batalyon Komando 464 Kopasgat Latihan Terjun Payung
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




