Dokter "Internship" Ditemukan Meninggal di Apartemen Kalibata

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA,KOMPAS-Dokter internship, SZM (25), ditemukan meninggal setelah diduga melompat dari lantai 18 Apartemen Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026). Dalam dua minggu terakhir, setidaknya dua warga Jakarta bunuh diri melompat dari apartemen.

Kepala Polsek Pancoran Komisaris Mansur mengatakan, peristiwa ini terkuak setelah seorang petugas keamanan apartemen mendengar suara benda yang terjatuh. Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

"Suaranya keras dan setelah dilihat ada seseorang yang tergeletak yang belakangan diketahui sebagai SZM," ujar Mansur, Senin (27/7/2026).

Baca JugaDiduga Bunuh Diri, Seorang Perempuan Terjun dari Lantai 37 Apartemen di Jakarta Barat

Dari hasil pengumpulan informasi, SZM adalah seorang dokter internship. Dia tinggal berdua bersama ibunya di apartemen Kalibata City.

Mansur menuturkan, sebelum kejadian, ibu mengajak korban pergi ke mal. Namun ajakan itu ditolak dan korban memilih tetap tinggal di apartemen.

“Setelah ibunya pergi, kemungkinan saat itu korban melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya,” ujarnya.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diperiksa lebih lanjut.

Terkait penyebabnya, Mansur belum menemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan tekanan dalam pekerjaan. “Kami masih dalami apa penyebabnya,” ujarnya.

Polisi juga masih berupaya untuk membuka unit apartemen guna kepentingan pemeriksaan. Namun tahapan itu belum dijalankan karena pintu apartemen masih terkunci dari dalam.

Baca JugaKasus Bunuh Diri Sekeluarga di Jakut, antara Stres, Genetika, dan Gangguan Otak

Kasus bunuh diri di Jakarta sudah terjadi berulang kali. Sebelumnya, seorang pengacara berinisial RMN diduga terjatuh dari lantai 46 di sebuah apartemen di kawasan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026). Ada dugaan ia bunuh diri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, Polsek Metro Setiabudi sudah mengecek tempat kejadian perkara.

Dia menuturkan, jasad RMN ditemukan di lantai 2 Hotel The G, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB.

Dari hasil keterangan saksi dan pengecekan kamera pemantau, korban diduga datang seorang diri ke Apartemen Masterpiece, kemudian menuju area rel gondola lantai 46.

”Dari sana, korban melompat hingga terjatuh di balkon lantai 2 Hotel The G,” kata Budi.

Psikolog klinis forensik Kasandra Putranto berpendapat, ada beberapa faktor yang memicu seseorang melakukan bunuh diri, antara lain kehilangan seseorang yang dinilai dekat dan disayang atau mengalami bentuk kekerasan (verbal, emosional, fisik, seksual) di masa lalu atau sekarang.

Selain itu, kegagalan hubungan yang bermakna, merasa terisolasi sosial atau hidup di lingkungan yang jauh dari orang lain, perpisahan atau perceraian orangtua, merasa gagal di sekolah atau pekerjaan, penindasan, masalah hukum, masalah finansial seperti kehilangan pekerjaan, kebangkrutan, dan penyebab lain.

Ironisnya, tidak banyak korban yang meminta bantuan dari tangan profesional. Banyak faktor yang dapat berpengaruh yang membuat orang terdekat ragu-ragu untuk mencari bantuan, selain faktor stigma yang masih sangat kuat, faktor finansial dan aksesibilitas juga bisa menjadi alasan.

Sebenarnya, ucap Kasandra, ada beberapa tanda yang bisa dilihat pada orang yang berniat bunuh diri. Tanda itu seperti perubahan dalam kegiatan sehari-hari yang signifikan. Misalnya, perubahan dalam kualitas tidur, nafsu makan, performa di sekolah atau di tempat kerja, perubahan mood yang drastis, dapat dalam bentuk kesedihan mendalam atau rasa marah yang lebih kuat.

Selain itu, dia akan merasa gugup berlebihan, menjauh dari lingkungan sosial dan kehilangan keinginan untuk terlibat di suatu kegiatan tertentu, mengalami kesulitan dalam berpikir dan berkonsentrasi.

”Hampir semua gangguan mental selalu dikaitkan dengan peningkatan risiko bunuh diri, salah satu alasan yang membuat seseorang bunuh diri adalah stres dan depresi,” katanya.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Demo di Patung Kuda dan Kantor BGN Hari Ini, Waspadai Potensi Kemacetan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Iran dan AS Masih Bertukar Pesan, Tetapi Belum Pada Kondisi untuk Berunding
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Politik Karbon: Masihkah Dunia Akan Mengikuti Eropa?
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usai Bentrokan Maut, Polisi Pastikan Wilayah Menteng Kondusif
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Terima Pengunduran Diri dan Apresiasi Pengabdian Gubernur BI Perry Warjiyo
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.