Rencana pemerintah memperpanjang tenor kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 40 tahun dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit. MSIG Life menilai kebijakan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah sekaligus meningkatkan permintaan perlindungan asuransi yang melekat pada penyaluran KPR.
Director and Chief Transformation Officer MSIG Life Ken Terada mengatakan tenor KPR yang lebih panjang akan membuat cicilan lebih terjangkau sehingga berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat dan memperbesar penyaluran kredit perumahan, termasuk melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Tenor yang lebih panjang akan membuat cicilan semakin terjangkau sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan penyaluran KPR, termasuk pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," kata Ken Terada kepada Warta Ekonomi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, peningkatan penyaluran KPR akan membuka peluang bagi pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit yang menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan perumahan.
Prospek tersebut tercermin dari kinerja perusahaan pada lini asuransi jiwa kredit. MSIG Life mencatat pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (Annualized Premium Equivalent atau APE) dari produk asuransi jiwa kredit tumbuh 158% secara tahunan (year on year/yoy).
"Pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (APE) dari lini Asuransi Jiwa Kredit tumbuh 158% YoY, didorong oleh penguatan kerja sama dengan mitra perbankan serta optimalisasi portofolio bisnis," ujarnya.
Ken mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan kerja sama dengan perbankan sebagai mitra distribusi utama serta optimalisasi portofolio bisnis di tengah prospek pasar kredit yang masih dinilai positif.
Hingga akhir 2026, MSIG Life tetap optimistis bisnis asuransi jiwa kredit akan bertumbuh seiring strategi ekspansi yang difokuskan pada penguatan jaringan distribusi dan perluasan segmen pembiayaan.
"Kami optimis terhadap prospek bisnis hingga akhir 2026 dan terus melakukan ekspansi bisnis di tengah dinamika pasar kredit," katanya.
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan akan memperluas kemitraan dengan sektor perbankan sekaligus melakukan diversifikasi ke pembiayaan di luar KPR.
Segmen yang menjadi sasaran ekspansi meliputi pembiayaan refinancing, kredit mikro, dan personal loan. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas basis bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap satu jenis pembiayaan.
Baca Juga: AIA Ungkap Peluang dan Tantangan Asuransi dari Skema KPR 40 Tahun
Baca Juga: Ciputra Life Siap Dukung KPR Tenor 40 Tahun, Tunggu Aturan OJK
Baca Juga: Ekonom Ingatkan Bahaya KPR 40 Tahun, Waspada Gagal Bayar Bisa Mengintai
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi juga menunjukkan tren peningkatan. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal I 2026 mencatat klaim akhir kontrak melonjak 112% secara tahunan menjadi Rp10,45 triliun.
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen sebelumnya menyatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin banyak pemegang polis yang mencapai akhir masa perlindungan dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis.
"Hal ini menunjukkan semakin banyak pemegang polis yang telah mencapai akhir masa perlindungannya dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis," ujar Wianto.





