TABLOIDBINTANG.COM - Iqbaal Ramadhan mengungkap salah satu fase penting dalam kehidupannya ketika beranjak remaja.
Di usia sekitar 15 tahun, ia mulai menyadari adanya perubahan dalam dirinya setelah popularitas yang digenggam sejak belia membuat kehidupannya jauh berbeda dari remaja seusianya.
Hal tersebut diceritakan Iqbaal saat menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast. Ia mengaku awalnya tidak terlalu merasakan adanya star syndrome.
Namun, kesadaran tersebut mulai muncul ketika usianya menginjak sekitar 15 tahun.
Iqbaal kala itu menyadari dirinya memiliki banyak hal yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Ia bahkan merasa kehidupannya saat itu terbilang tidak normal untuk ukuran remaja berusia 15 tahun.
"Awalnya mungkin enggak terlalu berasa star syndrome, sampai akhirnya di umur 15-an itu baru berasa kayak, 'Gila, gue di umur 15 gue masih SMP, tapi gue punya semua yang gue mau, dan gue bisa dapetin apa pun yang gue mau. Dan gue punya hal-hal yang seumuran gue enggak punya,'" cerita Iqbaal dikutip tabloidbintang.com.
Iqbaal lebih lanjut mengatakan, kesadaran tersebut kemudian membuatnya mulai mempertanyakan kondisi yang tengah dijalaninya. Ia merasa kehidupannya sangat berbeda dengan remaja lain seusianya.
Ia mencontohkan dirinya yang tetap berprestasi di sekolah, tetapi pada saat bersamaan sudah dikenal oleh banyak orang dan memiliki penghasilan dari pekerjaannya di industri hiburan.
"Aneh, sih. Ih, gila banget. Ini tuh enggak normal, ya. Enggak normal lagi, men. Lu umur 15, lu selalu ranking satu di sekolah, lu enggak pernah bolos, tapi lu at the same time, you're stacking cash, satu Indonesia tahu lo. Itu aneh, gila, menurut gue ya, at least buat gue saat itu," tuturnya.
Sadar Mulai Sombong dan Punya Power
Popularitas dan berbagai keistimewaan yang dimilikinya saat itu perlahan membuat Iqbaal menyadari adanya perubahan sikap dalam dirinya.
Ia mengaku mulai merasa berada di atas orang lain dan merasa memiliki kekuatan atau pengaruh.
"Jadi kayak, wow, ini banyak banget, nih yang gue punya. Udah, tuh kayaknya udah mulai agak sombong, agak-agak merasa kayak di atas yang lain, merasa punya power," ungkapnya.
Meski begitu, bintang film Dilan 1990 bersyukur karena saat itu ia masih mampu menyadari perubahan tersebut.
Ia merasa dirinya sudah mulai bersikap sombong, tetapi belum sampai menggunakan popularitas maupun privilege yang dimilikinya secara berlebihan.
Menurutnya, kesadaran tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk mengambil keputusan besar dalam hidup.
Iqbaal kemudian memilih meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan pendidikan SMA di luar negeri.
"Beruntungnya gue adalah gue tahu gue otw sombong. Jadi gue belum sampai benar-benar nge-abuse power gue dan privilege gue. Jadi gue tahu gue udah mulai sombong, gue cabutlah SMA di luar, kelas 2 dan kelas 3 cabut di luar," beri tahu Iqbaal.
Keputusan tersebut menjadi salah satu titik perubahan dalam kehidupan Iqbaal Ramadhan.
Dengan meninggalkan lingkungan yang selama ini sudah dikenalnya, ia mencoba memulai kehidupan baru dan mendapatkan pengalaman sebagai remaja di luar sorotan popularitas yang telah melekat pada dirinya di Indonesia.




