Alger: Diplomasi budaya Indonesia kembali dijalankan dengan Madzak Indunisiya atau Cita Rasa Indonesia, sebuah program gastrodiplomasi Kedutaan Besar Republik Indonesa (KBRI) di Aljazair.
Diinisiasi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair, Yusron B. Ambary, ‘Pojok Indonesia’ kembali bergulir melalui pada brunch mingguan di Jungle Restaurant, Alger, Jumat 24 Juli 2026.
Kolaborasi apik antara KBRI Alger dan Jungle ini menghadirkan cita rasa autentik Indonesia melalui tiga menu andalan, yaitu Nasi Goreng, Mie Goreng, dan Sate Ayam. Seluruh makanan disiapkan secara khusus oleh juru masak Wisma Indonesia, Chef Reza.
“Pemilihan sate ayam, nasi goreng, dan mie goreng adalah untuk menjamin keberlanjutan program mengingat ketersediaan bumbu untuk ketiga jenis makanan ini relatif mudah didapat di pasar lokal di Aljazair”, jelas Duta Besar Yusron, dikutip dari keterangan tertulis KBRI Aljazair yang diterima Metrotvnews.com Senin 27 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala perwakilan diplomatik negara sahabat, antara lain Duta Besar Korea Selatan, Jepang, Kanada, Malaysia, dan Bangladesh, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para duta besar mencerminkan dukungan komunitas diplomatik terhadap upaya promosi budaya Indonesia melalui diplomasi kuliner.
Warga Aljazair berkesempatan cicipi kuliner Indonesia. Foto: KBRI Aljazair
Selain para tamu undangan, menu khas Indonesia juga mendapat sambutan yang sangat positif dari para pengunjung restauran. Mereka nampak antusias mencicipi Nasi Goreng, Mie Goreng, dan Sate Ayam.
Dubes RI Alger menyampaikan bahwa kuliner Indonesia merupakan salah satu instrumen soft power yang sangat efektif untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
"Kuliner adalah bahasa universal yang mampu mempertemukan berbagai budaya. Melalui Madzak Indunisiya, kami ingin menghadirkan Indonesia lebih dekat kepada masyarakat Aljazair. Ketika mereka menikmati Nasi Goreng, Mie Goreng, atau Sate Ayam, mereka tidak hanya merasakan kelezatan makanan, tetapi juga mengenal kekayaan budaya, keramahan, dan identitas Indonesia," ujar Duta Besar Yusron.
Program Madzak Indunisiya akan menjadi salah satu program unggulan KBRI Alger untuk secara konsisten memperkenalkan kuliner Nusantara melalui berbagai kegiatan, baik di lingkungan KBRI maupun melalui kolaborasi dengan mitra lokal.
Kehadiran ‘Pojok Indonesia’ di Jungle Restaurant menjadi salah satu upaya untuk membawa cita rasa Indonesia lebih dekat kepada masyarakat Aljazair melalui restoran lokal, sehingga kuliner Indonesia dapat dinikmati secara lebih luas dan berkelanjutan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair, Yusron B. Ambary. Foto: KBRI Aljazair
Melalui Madzak Indunisiya, KBRI Alger berkomitmen untuk terus memperkuat diplomasi budaya, meningkatkan people-to-people contact, serta mendukung promosi pariwisata dan produk Indonesia di Aljazair.
Sebagai sebuah ide, ‘Pojok Indonesia’ mendapatkan apresiasi dari Kepala Perwakilan negara sahabat yang hadir. Bahkan salah satu Duta Besar yang hadir secara khusus ‘meminta ijin’kepada Dubes RI untuk menjalankan kegiatan serupa.
“KBRI Alger berharap kolaborasi dengan Jungle Restaurant dapat terus berkembang dan menjadi model kerja sama promosi kuliner Indonesia di Aljazair. KBRI Alger dan Jungle Resturant akan melakukan evaluasi bersama untuk menentukan keberlanjutan ‘Pojok Indonesia’,” tutup Dubes Yusron.




