Pantau - Bupati Bogor Rudy Susmanto melibatkan akademisi dalam seleksi terbuka pejabat struktural melalui mekanisme fit and proper test untuk memperkuat sistem merit dan transparansi pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rangkaian seleksi tersebut dilakukan untuk mengisi dua jabatan yang masih kosong, yakni Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Sekretaris Dinas Kebudayaan.
Seleksi Terbuka Libatkan Akademisi dan DPRDRudy mengatakan, "Hari ini mungkin yang pertama kami melakukan fit and proper test untuk pejabat eselon III dan eselon IV. Kami melibatkan akademisi, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten Bogor," ungkapnya.
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) diberikan kesempatan mengikuti seleksi melalui mekanisme pendaftaran terbuka.
Pemerintah Kabupaten Bogor membuka pendaftaran selama empat bulan.
Masa pendaftaran kemudian diperpanjang selama dua bulan karena jumlah pelamar pada tahap awal belum memenuhi kebutuhan.
Seleksi administrasi dan kompetensi dilaksanakan oleh tim akademisi.
Hasil tahapan seleksi tersebut menghasilkan lima kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan.
Penilaian Berbasis Integritas dan KompetensiFit and proper test diikuti oleh lima kandidat untuk setiap jabatan yang diseleksi sehingga total terdapat dua jabatan yang menjalani proses tersebut.
Uji kelayakan dan kepatutan melibatkan akademisi, unsur DPRD, tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), asisten daerah, staf ahli, serta pimpinan perangkat daerah.
Rudy mengatakan, "Dari pengujian tadi kami melihat integritas, penguasaan materi, dan kemampuan peserta. Prosesnya juga kami laksanakan secara terbuka," ungkapnya.
Rudy menyatakan mekanisme yang sama akan diterapkan untuk mengisi jabatan lain yang masih kosong, termasuk jabatan kepala perangkat daerah.
Pengisian jabatan kepala perangkat daerah akan dilakukan melalui seleksi terbuka (open bidding) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rudy menegaskan, "Kami ingin seluruh aparatur sipil negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkarier melalui proses yang terbuka," tegasnya.
Sistem seleksi terbuka tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh ASN mengembangkan karier berdasarkan kompetensi dan integritas.




