VIVA – Ada pemandangan menarik saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin 27 Juli 2026. Pelatih John Herdman tidak mendampingi tim dari bangku cadangan sejak menit awal.
Berdasarkan pantauan VIVA, pelatih asal Inggris itu justru memilih menyaksikan pertandingan dari tribun, tepatnya di area tempat kamera televisi berada. Posisi tersebut memberinya sudut pandang yang lebih luas untuk mengamati jalannya pertandingan.
Dari lokasi itu, Herdman bisa melihat pergerakan pemain, organisasi permainan, hingga bentuk permainan lawan secara lebih utuh. Sementara instruksi teknis di tepi lapangan dipercayakan kepada jajaran asistennya, termasuk Steven Vitoria yang terlihat aktif memberikan arahan kepada Rizky Ridho dan rekan-rekannya.
Menariknya, cara yang dilakukan Herdman bukanlah hal baru di dunia sepak bola. Metode serupa pernah diterapkan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, yang memilih memantau pertandingan dari tribun agar mendapatkan gambaran taktik yang lebih menyeluruh sebelum akhirnya turun ke bangku cadangan.
Herdman sendiri tidak berada di tribun sepanjang laga. Memasuki menit ke-30, ia turun ke bench untuk mendampingi skuad Garuda hingga pertandingan usai.
Usai laga, Herdman menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari upaya membangun kepemimpinan di dalam tim sekaligus mengevaluasi perkembangan permainan dari sudut pandang yang berbeda.
"Yang pertama adalah memberikan kepercayaan kepada para pemain. Kami telah melakukan banyak pekerjaan di balik layar bersama kelompok kepemimpinan tim. Saya rasa kami memiliki pemimpin-pemimpin yang luar biasa di skuad ini, ada enam pemain yang memimpin tim," ujar Herdman.
Ia menilai para pemainnya sudah memiliki kemampuan untuk mengelola pertandingan tanpa harus terus bergantung kepada kehadiran pelatih di pinggir lapangan.
"Mereka tidak selalu membutuhkan pelatih berada di sisi lapangan. Seperti yang bisa Anda lihat, mereka mencetak tiga gol tanpa pelatih berada di pinggir lapangan," katanya sambil tertawa.
Menurut Herdman, keputusan itu juga menjadi simbol bahwa Timnas Indonesia kini memiliki banyak sosok pemimpin di lapangan.





