Gerbang Tani PKB Usulkan Contract Farming SPPG-Petani untuk Perkuat Pemberdayaan

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Maulana Surya)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Ketua Umum Gerbang Tani PKB Idham Arsyad mendorong pemerintah mengembangkan skema contract farming antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, koperasi, serta kelembagaan ekonomi petani di wilayah sekitarnya.

Skema tersebut dinilai dapat memperluas manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat pemberdayaan petani dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Idham, MBG merupakan investasi besar Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Dengan menghubungkan kebutuhan pangan SPPG dengan produksi petani lokal, manfaat program tersebut dapat diperluas menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus penguatan kemandirian pangan nasional.

“Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, petani mendapatkan kepastian pasar, desa mendapatkan perputaran ekonomi, dan negara semakin kuat kemandirian pangannya. Satu program strategis dapat menghasilkan beberapa manfaat sekaligus,” kata Idham dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: BGN Pastikan MBG Tetap Disalurkan meski 833 Dapur SPPG Di-suspend Permanen

 

Idham mengatakan kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan berbagai bahan pangan lainnya untuk SPPG dalam jumlah besar dan berkelanjutan menciptakan pasar baru yang potensial bagi petani dan produsen pangan rakyat.

Di sisi lain, persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar bagi hasil panennya.

“Di sinilah peluang besarnya. Kebutuhan pangan MBG dapat dipertemukan dengan kebutuhan petani terhadap kepastian pasar. Negara tidak perlu menciptakan pasar baru karena pasarnya sudah tersedia melalui SPPG. Yang perlu kita bangun adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi petani,” katanya.

Menurut Idham, melalui skema contract farming, kelompok tani dan peternak memperoleh kepastian mengenai jenis komoditas, volume, standar kualitas, jadwal pasokan, serta mekanisme harga.

Sebaliknya, SPPG memperoleh pasokan pangan yang lebih segar, terukur, dan berkelanjutan dari sentra produksi terdekat.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • contract farming
  • gerbang tani pkb
  • contract farming mbg
  • pkb
  • contract farming sppg petani
  • MBG
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembunuhan Satu Keluarga di Palu: Ayah dan Anak Tewas, Ibu Kritis
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Pengamat Nilai Timnas Indonesia Membutuhkan Formula Baru untuk Menaklukkan Kamboja di Piala AFF 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Iran Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang di Laut Kaspia
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cuaca Jawa Timur Hari Ini Diprediksi Cerah, Hujan Ringan Berpeluang Turun hingga Malam
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Anggun, Harimau Putih di Semarang Zoo, Mati: Pemkot Usut Dugaan Salah Anestesi
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.