Pemerintah Iran tengah melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembicaraan itu.
"Pembicaraan ini tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat. Ini adalah masalah bilateral antara Iran dan Oman, dan pembicaraan tersebut masih berlangsung," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan, dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Senin (27/7/2026). Dia menambahkan bahwa jalur perairan strategis tersebut "tetap ditutup."
Dia mengatakan bahwa wakil menteri luar negeri dari kedua negara mengadakan pembicaraan pada hari Jumat (24/7) dan Sabtu (25/7) lalu tentang "prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional" untuk memastikan jalur pelayaran yang aman melalui selat tersebut.
Lalu lintas melalui Hormuz, jalur pelayaran global yang vital, telah berada di bawah kendali Iran sejak pecahnya perang dengan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam beberapa hari terakhir telah memaksa mundur beberapa kapal, termasuk enam kapal pada Senin (27/7) pagi, yang mencoba melintasi selat tersebut di luar rute yang ditetapkan oleh Iran.
Selat Hormuz tetap menjadi titik konflik utama antara Iran dan Amerika Serikat, dengan pertempuran kembali terjadi awal bulan ini setelah gencatan senjata, seiring kedua musuh tersebut bersaing untuk menguasai selat tersebut.
Iran bersikeras untuk mempertahankan kendali atas pengelolaan selat tersebut, termasuk pemungutan biaya layanan, sambil tetap melibatkan Oman yang juga berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.
Pada hari Senin, Baghaei mengkritik Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa perilaku AS dalam beberapa tahun terakhir "menyerupai geng mafia yang tidak mematuhi aturan atau hukum apa pun."
(ita/ita)





