F-15EX, F-35, dan Ghost Bat Siap Berburu Target Bersama

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kerja sama militer Amerika Serikat dan Australia memasuki babak baru di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mengungkapkan tengah mengintegrasikan secara erat pesawat nirawak tempur MQ-28 Ghost Bat milik Australia dengan program pesawat tempur tanpa awak generasi baru Amerika, Collaborative Combat Aircraft (CCA).

Langkah ini membuka peluang personel militer AS dapat mengendalikan drone tempur Australia dalam operasi gabungan pada masa depan.

Baca Juga
  • Kabel Laut, Drone, hingga Serangan Siber: Rusia dan NATO Makin Intens Berkonfrontasi
  • Rusia Lepaskan 41 Rudal dan 125 Drone ke Kyiv, Patriot Ukraina Terancam Kehabisan Amunisi
  • Rusia: Jepang Bantu Drone Ukraina yang Menewaskan Warga Sipil

Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Pacific Air Forces (PACAF) Jenderal Kevin Schneider setelah keberhasilan MQ-28 Ghost Bat berpartisipasi dalam latihan gabungan Exercise Valiant Shield 2026, salah satu latihan militer terbesar Amerika Serikat di kawasan Pasifik. Menurut Schneider, pengalaman dalam latihan itu kini menjadi bahan penting dalam penyempurnaan konsep operasi armada drone tempur CCA yang sedang dikembangkan USAF.

"Skuadron eksperimental kami yang mengembangkan platform CCA benar-benar bekerja sangat erat dengan apa yang dilakukan Australia. Pertukaran informasi dalam pengujian dan pengembangan berlangsung sangat kuat," kata Schneider, beberapa waktu lalu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Washington tidak lagi sekadar berbagi teknologi dengan Canberra, tetapi mulai membangun interoperabilitas tingkat tinggi, sehingga platform tempur kedua negara dapat beroperasi sebagai satu kesatuan dalam konflik berskala besar.

Schneider menjelaskan, kerja sama tersebut melibatkan Experimental Operations Unit (EOU) yang bermarkas di Pangkalan Udara Nellis, Nevada. Satuan itu bertugas mengembangkan konsep operasi, taktik, teknik, serta prosedur penggunaan armada Collaborative Combat Aircraft, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung kekuatan udara Amerika pada masa depan.

Saat ini, armada CCA generasi pertama Amerika akan terdiri atas drone General Atomics FQ-42 Dark Merlin dan Anduril FQ-44 Fury. Di luar program tersebut, MQ-28 Ghost Bat yang dikembangkan Boeing untuk Royal Australian Air Force (RAAF) sejak dekade 2010-an juga telah digunakan Angkatan Udara AS sebagai bagian dari pengujian teknologi otonom, meski belum resmi masuk ke dalam program CCA.

Hingga kini Australia telah menerima delapan unit MQ-28 Ghost Bat versi Block 1. Boeing sedang mengembangkan Block 2, sebelum melanjutkan ke Block 3 yang akan membawa perubahan besar, mulai dari sayap yang lebih panjang, ruang senjata internal, hingga desain badan pesawat yang sepenuhnya baru.

Dalam latihan Valiant Shield 2026, MQ-28 terbang berdampingan dengan pesawat tempur terbaru Amerika F-15EX Eagle II. Meski belum dipastikan apakah F-15EX telah memberikan perintah langsung kepada drone tersebut, Boeing dan RAAF sebelumnya telah mendemonstrasikan kemampuan mengendalikan MQ-28 melalui pesawat peringatan dini E-7A Wedgetail.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disangkakan TPPU, Febrie Adriansyah Pertanyakan terkait Tindak Pidana Asalnya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkab Wajo Gelar Salat Istisqa, Berdoa Hujan Turun di Tengah Ancaman Kekeringan
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Memanggil KSSK ke Istana Usai Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo
• 23 jam lalupantau.com
thumb
KPK Bicara Peluang Panggil Perry Warjiyo di Kasus CSR BI-OJK
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Cegah Tawuran Berulang, Pos Pantau Dibangun di Tanggul Kalibaru Cilincing
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.