Jakarta: Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjamin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan mematikan usaha warung maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sejenisnya milik warga. Keberadaan KDKMP justru bakal melengkapi akses warga dalam memperoleh kebutuhan.
“Saya jelaskan, kopdes ini bukan toko, bukan supermarket. Jadi, tidak usah khawatir warung-warung, segala macam, ritel-ritel ini tidak ada ini, ya. Bisa saling melengkapi,” ujar Zulhas, dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Zulhas menjelaskan bahwa fungsi dari KDKMP yaitu menjadi infrastruktur pemerintah dalam hal menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang bantuan pemerintah. KDKMP juga memiliki fungsi sebagai offtaker atau pihak pembeli produk-produk pertanian, seperti beras, gabah, dan lain-lain.
Baca Juga :
Zulhas Sebut Jatuh Tempo Angsuran Pertama Kopdes Merah Putih pada SeptemberZulhas menyampaikan, KDKMP memungkinkan untuk mengembangkan desa wisata, desa tematik, dan lain-lain apabila memungkinkan.
“Tetapi yang paling mendasar tadi, infrastruktur (penyalur subsidi) dan sebagai offtaker,” kata Zulhas.
Ilustrasi Koperasi Merah Putih. Foto: Istimewa.
Pemerintah menargetkan sekitar 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus–September 2026. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 35.862 unit pada akhir tahun.
Zulhas berharap Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tata kelola KDKMP dapat rampung pada pekan ini. Sebab, bakal beleid itu menjadi dasar operasional program tersebut.
“Mudah-mudahan minggu ini selesai tata kelolanya agar semua bisa punya pegangan yang sama,” kata Zulhas.




